Medan (Pelita Barak):
Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Dr. Richard A.M. Napitupulu, ST, MT, berharap pembangunan Nommensen International Hospital (NHI) dapat segera terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara sekaligus model pelayanan kesehatan yang berkualitas.
"Semoga Tuhan memberkati seluruh upaya ini. Jika kelak rumah sakit ini terealisasi, yang tentu menjadi doa kita bersama, saya berharap Nommensen International Hospital dapat menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Utara dan menjadi role model rumah sakit dalam hal pelayanan kesehatan. Dengan demikian, mobilitas masyarakat Sumut yang selama ini memilih berobat ke Penang dapat berkurang," ujar Richard saat diwawancarai di Medan.
Menurut Rektor UHN yang merupakan lulusan doktor dari Universitas Indonesia tersebut, keberhasilan mewujudkan proyek rumah sakit bertaraf internasional ini tidak terlepas dari peran Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Kom, yang dinilai aktif melakukan berbagai lobi dan membangun jaringan dengan berbagai pihak.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Dr. Effendi M.S. Simbolon. Melalui jaringan dan koneksi yang dimilikinya, berbagai pendekatan dan komunikasi intensif dilakukan sehingga rencana pembangunan Nommensen International Hospital dapat diwujudkan. Rumah sakit ini nantinya akan menjadi kebanggaan umat HKBP dan seluruh masyarakat Sumatera Utara," tegas Richard.
Sebelumnya, Yayasan Universitas HKBP Nommensen tengah mempersiapkan pembangunan Nommensen International Hospital yang akan berdiri di kawasan belakang Kampus UHN Medan. Rumah sakit pendidikan bertaraf internasional tersebut diperkirakan membutuhkan investasi mendekati Rp1 triliun.
Dukungan terhadap pembangunan rumah sakit tersebut juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Wakil Menteri Kesehatan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan NHI. Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Pengurus Yayasan UHN melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Kom, mengatakan pihaknya telah mengajukan izin operasional pendirian rumah sakit dan memperoleh respons positif dari Kementerian Kesehatan.
"Puji Tuhan, kami telah mengajukan izin operasional pendirian Nommensen International Hospital. Dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan, dukungan yang diberikan sangat baik. Kementerian Kesehatan maupun Wakil Menteri Kesehatan mendukung penuh rencana ini," ujar Effendi saat meninjau lingkungan Kampus UHN Medan, Jumat (19/6/2026).
Rumah sakit tersebut direncanakan berstatus tipe A, dengan kapasitas antara 250 hingga 400 tempat tidur dan gedung setinggi 17 lantai. Menurut Effendi, pembangunan rumah sakit bukan sekadar investasi, tetapi merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung proses pendidikan di Fakultas Kedokteran UHN.
Selama ini mahasiswa profesi kedokteran atau co-assistant masih menjalani pendidikan klinik di sejumlah rumah sakit mitra. Kehadiran rumah sakit sendiri diyakini akan meningkatkan efektivitas pendidikan sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan kampus.
Saat ini, Yayasan UHN masih menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan perizinan, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED), proses Online Single Submission (OSS), hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Effendi berharap, setelah seluruh proses perizinan selesai, pembangunan dapat segera dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking). Berbagai skema pembiayaan juga tengah dikaji, termasuk kemungkinan kerja sama operasi (KSO) dengan pihak ketiga dalam penyediaan alat kesehatan maupun pengelolaan rumah sakit.
"Kami terus melakukan kajian secara mendalam, baik dari sisi pembangunan maupun manajemen operasionalnya, sehingga rumah sakit ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas," katanya.
Apabila terealisasi, Nommensen International Hospital tidak hanya akan menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UHN Medan, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi pusat layanan kesehatan modern di Sumatera Utara, sekaligus menjadi ikon baru pelayanan kesehatan yang mampu bersaing dengan rumah sakit-rumah sakit unggulan di kawasan regional.(*)