Persiapkan Pembangunan Nommensen International Hospital, Sekretaris Yayasan UHN Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang: Ini Akan Menjadi Kebanggaan Masyarakat Sumut

Administrator Administrator
Persiapkan Pembangunan Nommensen International Hospital, Sekretaris Yayasan UHN Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang: Ini Akan Menjadi Kebanggaan Masyarakat Sumut
Ist | Pelita Batak
Ketua Yayasan UHN Medan Dr. Effendi MS Simsbolon, MIkom, Sekretaris Yayasan Pdt. Dr. Enig Sontaha Aritonang, Martuahman saragih dan Rektor UHN Medan Dr. Richar AM Napitupulu, ST, MT

Medan (Pelita Batak):

Sekretaris Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN), Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang, menegaskan bahwa kehadiran Nommensen International Hospital (NHI) nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan warga HKBP, tetapi juga masyarakat Sumatera Utara secara luas.

"Jika nanti terealisasi, Nommensen International Hospital bukan hanya menjadi kebanggaan jemaat HKBP, tetapi juga kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan ini dengan baik. Kehadiran rumah sakit ini akan memberikan multiplier effect bagi Sumatera Utara dan kita berharap dapat menjadi ikon pelayanan kesehatan yang lebih baik dan bermutu," ujar Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Yayasan UHN tengah mempersiapkan pembangunan Nommensen International Hospital yang akan berdiri di kawasan belakang Kampus UHN Medan. Rumah sakit pendidikan bertaraf internasional tersebut diperkirakan membutuhkan investasi mendekati Rp1 triliun.

Rencana pembangunan rumah sakit ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan. Dukungan tersebut diperoleh setelah jajaran Pengurus Yayasan UHN melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Kom, mengatakan pihaknya telah mengajukan izin operasional pendirian rumah sakit tersebut dan mendapatkan sambutan positif dari Kementerian Kesehatan.

"Puji Tuhan, kami telah mengajukan izin operasional pendirian Nommensen International Hospital. Dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan, dukungan yang diberikan sangat baik. Kementerian Kesehatan maupun Wakil Menteri Kesehatan mendukung penuh rencana ini," ujar Effendi saat meninjau lingkungan Kampus UHN Medan, Jumat (19/6/2026).

Rumah sakit tersebut direncanakan berstatus tipe A dengan kapasitas antara 250 hingga 400 tempat tidur dan akan dibangun setinggi 17 lantai. Menurut Effendi, pembangunan rumah sakit ini bukan sekadar proyek investasi, melainkan kebutuhan strategis untuk mendukung pendidikan mahasiswa Fakultas Kedokteran UHN.

Selama ini mahasiswa profesi kedokteran atau co-assistant masih menjalani pendidikan klinik di sejumlah rumah sakit mitra. Dengan hadirnya rumah sakit milik sendiri, proses pendidikan diharapkan menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan kampus.

Saat ini, Yayasan UHN masih menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan perizinan, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED), proses Online Single Submission (OSS), hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Effendi berharap setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pembangunan dapat segera dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking). Berbagai skema pembiayaan juga tengah dikaji, termasuk kemungkinan kerja sama operasi (KSO) dengan pihak ketiga dalam penyediaan alat kesehatan maupun pengelolaan rumah sakit.

"Kami terus melakukan kajian yang mendalam, baik dari sisi pembangunan maupun manajemen operasionalnya, sehingga rumah sakit ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat," katanya.

Apabila terealisasi, Nommensen International Hospital tidak hanya akan menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UHN, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi pusat layanan kesehatan modern bagi masyarakat Sumatera Utara dan menjadi salah satu ikon baru pelayanan kesehatan bertaraf internasional di kawasan barat Indonesia.(*)

Komentar
Berita Terkini