Tampak na do Tajom na Rim ni Tahi do Gogona.

Oleh: Johnsar Lumbantoruan
Administrator Administrator
Tampak na do Tajom na Rim ni Tahi do Gogona.
FB/Jhonsar
Jhonsar Lumbantoruan
Saya tidak tahu siapa yang mengajari perumpamaan Batak itu kepada Ketua Panitia Natal Nasional, Enggartiasto Lukita, pada saat perayaan acara Natal Nasional 26 Desember 2016 di Dolok Sanggul.

 

Banyak makna tersirat yg dapat dipetik atas peribahasa Batak yang disampaikan Menteri Perdagangan tersebut. Tampakna do Tajom na. Artinya yang di depan menjadi andalan.Bila yang di depan tidak bisa diandalkan, maka yang dibelakang(pengikutnya) menjadi tidak berfungsi.

 

Pemimpin(Kepala Daerah) adalah andalan rakyat untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan. Bila kepala daerah tidak bisa diandalkan, maka Rakyat bagaikan anak ayam kehilangan induk.Tidak mungkin tercapai keadilan dan kesejahteraan.

 

Rim Ni Tahi do gogona. Kesatuan/kekompakan adalah andalan. Bila kepala daerah tetangga saling gontok-gontokan maka rakyat yang akan dirugikan.

Masyarakat Batak umumnya dan Masyarakat Humbang Hasundutan khususnya sanggat bangga atas rencana Natal Nasional 2016 yang dipusatkan di Dolok Sanggul yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.Tetapi antara Bupati yang satu dengan Bupati yang lain tidak kompak.Mental Batak Ortodoks masih bercokol, "dang diho dang di au tumagon tu halak Tondano". Pemerintah pun tidak mau melihat orang Batak Gontok-gontokan hanya karena persoalan Tuan Rumah.

 

Untuk mengobati kekecewaan masyarakat Humbang Hasundutan, Panitia mengiming-imingi kehadiran Jokowi.Tetapi iming-imingi itu hanya memperdalam kekecewaan masyarakat Humbang, karena yang datang bukan Jokowi tetapi ketua Panitia Natal.

 

Apa yang dikatakan Enggartiasto Lukita dengan pribahasa Batak: Tampak na do Tajom na Rim ni tahi do gogona adalah tamparan keras buat Orang Batak, khususnya para Bupati yang ada di Bona Pasogit. Kita patut bertrimakasih kepada Beliau masih sayang dengan Orang Batak dengan tulus mengingatkan Orang Batak, terutama para Bupati agar kita segera meninggalkan: Hosom,Teal, Late sifat "kejelekan" yang masih sulit kita tanggalkan.

 

Untuk menghibur diri: Kita sedang merayakan hari kelahiran sang juru selamat, bukan sedang menunggu dan merayakan kedatanagn Presiden.

Selamat Hari Natal buat kita semua, semoga damai Natal membawa sukacita dalam hidup kita.(Jhonsar Lumbantoruan)

Komentar
Berita Terkini