Oleh: JJ. Tobing, SE
Pada pelantikan Team Pemenangan JTP FRENS se- wilayah Kecamatan Adiankoting yg berlangsung Sabtu 24 Februari 2018, ternyata semakin menyibak beberapa tabir khususnya mengenai figur JTP, sebutan terhadap Dr. JONIUS TARIPAR PARSAORAN HUTABARAT, S Si; M.Si.
Sososk yang pernah menjabat sebagai Kapolres Taput itu, oleh banyak kalangan disebut sebagai calon terkuat Bupati Taput periode 2018-2023. Pasca melepas jabatan Kapolres, beliau meminang pasangannya Frengky P. Simanjuntak, SE, M.Si, dimana nama Pasangan ini lebih dikenal dengan: "JTP FRENS".
Meskipun even pelantikan team namun antusiasme warga untuk menghadiri acara tidak terbendung. Warga membludak. Alhasil, panitia jadi kewalahan bersebab jumlah massa yang hadir ternyata di luar perkiraan, jauh dari rencana. Itu sebab, banyak warga yang tidak dapat kursi atau makanan, tapi hebatnya; mereka santai saja duduk pada emperan rumah penduduk menggunakan alas seadanya dan tak ada yg bersungut sungut meskipun makanan tambahan lambat datang atau bahkan ada yg belum kebagian.
Wao Luar biasa.
Acara pelantikan yg dipandu oleh Timbul Simangunsong (Sekretaris Team JTP FRENDS), berjalan dalam suasana aman, tertib, damai dan lancar. Suasana cerah pada sore itu menggelegar dalam teriakan yel-yel yg riuh gempita membahana:
"JTP: nomor Dua!
Nomor dua; Menang"
Begitulah selalu diteriakkan berulang-ulang.
Tepuk tangan dan aplaus serasa tiada henti bahkan "Suhul"(Gempa), konon berkekuatan 5.3 SR, yang tiba tiba mengguncang Bumi Taput seolah tak terasa dan tidak banyak yg menyadarinya karena mungkin guncangan kegembiraan di lokasi itu lebih kuat atau mungkin melebihi skala 6 SR.
Kenapa Animo Masyarakat Begitu Besar?
Tak lain karena kemenangan JTP FRENS di Kec. Adiankoting adalah juga kemenangan seluruh warga Adiankoting, sekaligus kemenangan Juliski Simorangkir, putra terbaik yang berasal dari Kecamatan itu, dan beliau ini sudah banyak memberikan perhatian dan sumbangsih ke wilayah itu.
Sebagaimana disebut dalam beragam analisa, sesungguhnya Juliski adalah saingan terberat bagi JTP. Mereka adalah rival terberat sebelum Paslon itu melakukan pendaftaran ke KPUD Taput. Namun belakangan Juliski undur diri dari pentas pertandingan pilkada Taput.
Kedewasaan, ketokohan serta jiwa besar seorang Juliski telah melempangkan langkah JTP menuju Kursi Taput-1 dan kini, kedua Putra terbaik dari klan PGM tersebut telah menyatukan potensi dan kekuatan mereka.
Bagi warga Adiankoting, khususnya bagi pendukung Juliski, Relawan Juliski Simorangkir dan simpatisan, tak ada pilihan lain kecuali memenangkan JTP FRENS; karena kemenangan JTP FRENS di wilayah itu adalah juga kemenangan Juliski sebagai Ketua Team Pemenangan JTP FRENS.
Kemenangan itu adalah HARGA MATI.
Bagi saya, moment yang paling menarik sepanjang acara itu adalah ketika JTP berkisah, dimana dalam suatu lawatan ke Yerusalem. Beliau pernah berdoa pada sebuah tempat sakral di tempat suci beragam agama itu. Beliau bersujud, bersimpuh dan memohon dengan tangan dan lutut bertekuk:
"Tuhan, jika kehendak MU, utuslah saya melayani di Tapanuli Utara"
Untuk sesaat, keheningan terjadi manakala lagu "O Yerusalem Kota Mulia" berkumandang dan dinyanyikan oleh segenap hadirin.
Sekejab suasana berubah menjadi tenang. Hadirin larut dalam pujian, ucapan syukur dan penyembahan kepada Sang Pencipta.
Mereka yang ada di panggung, seperti: JTP, Pitua Simorangkir (anggota DPRD dan Ketua Pemenangan), David Pph Hutabarat; Tumpak Sihombing (Korcam); Wolfer Sinaga (tokoh dari Banuaji II); Lumumba Sitompul dan beberapa orang yang belum saya kenal; dalam pengamatan saya nampak begitu konsentrasi dalam suasana penyembahan dgn penuh penghayatan. Sungguh menjadi sebuah pemandangan yg indah dan menakjubkan.
Ada kesyahduan dan suasana religius yang tak terlukiskan dalam uraian kata-kata. Sungguh sebuah moment yang langka karena saat itu tercipta suasana yang melahirkan rasa damai.
Sungguh Indah dan teramat Indah.
O Yerusalem, Kota Mulia
Hatiku Rindu ke sana
O Yerusalem, Kota Mulia
Hatiku Rindu ke sana
Tak lama lagi Tuhan ku datanglah
Bawalah aku ke sana
Tak lama lagi Tuhan ku datanglah
Bawalah aku ke sana
(Dan saat itu, seketika bulu kuduk ku berdesir)
Bersambung....