Fenomena Tolak Orang Meninggal Saat Covid-19

Oleh: Drs. Thomson Hutasoit
Administrator Administrator
Fenomena Tolak Orang Meninggal Saat Covid-19
IST | Pelita Batak

SITUASI paling mencemaskan, meresahkan, membingungkan, menakutkan sekaligus menimbulkan kepanikan luar biasa saat ini ialah "Fenomena Tolak Orang Meninggal Saat Covid-19" ditengah masyarakat daerah atau setempat.

Kematian manusia diatas bumi adalah permasalahan normatif. Dan tak seorang pun manusia diatas bumi luput dari kematian itu sendiri. Tetapi, ketika kematian terjadi pada saat daurat wabah virus corona atau covid-19 maka menjadi permasalah besar dan amat sangat rumit serta meresahkan ditengah masyarakat.

Meninggal akibat covid-19 bukanlah aib apalagi dosa sehingga harus ditolak mayatnya untuk dikuburkan pada tempat tertentu. Demikian juga keluarga ditinggalkan tidak perlu dianggap aib, malapetaka sehingga harus disingkirkan, ditolak, dan dibenci. Mereka hanyalah korban keganasan wabah covid-19 melanda umat manusia di hampir seluruh negara di dunia.

Penolakan orang meninggal dikebumikan di daerah tertentu, tentu memerlukan KEHADIRAN NEGARA untuk memberi pengertian, pemahaman rakyat hingga ke lapisan paling bawah agar tidak terjadi gesekan, perpecahan, konflik akibat simpang-siur pengertian, pemahaman tentang mayat seorang meninggal serta dampaknya terhadap masyarakat setempat.

Pemerintah, pemerintah daerah (gubernur, bupati/walikota, camat, lurah/kepala desa, kepling, dll) "TIDAK BOLEH SEPERTI PEMADAM KEBAKARAN" setelah terjadi gesekan, benturan, konflik antar masyarakat baru datang mengamankan.

Perangkat pemerintahan bekerjasama dengan seluruh lembaga formal maupun informal, seperti; Dinas kesehatan, pakar/ahli kesehatan, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, Ormas, dll harus segera mensosialisasikan dampak orang meninggal covid-19 ke masyarakat seluas-luasnya. Bila perlu dengan mengeluarkan surat edaran (SE) resmi supaya masyarakat tenang, sejuk dan terhindar dari provokasi pihak tak bertanggung jawab. Sehingga tidak terjadi lagi penolakan mayat orang meninggal, baik akibat covid-19 maupun meninggal karena penyakit lainnys.

Sungguh tidak manusiawi apabila jasad orang meninggal ditolak dikebumikan. NEGARA HARUS HADIR.**

Komentar
Berita Terkini