Belajar Dari NU

Administrator Administrator
Belajar Dari NU
basudara.id
Albertus Patty
Oleh Albertus Patty


Tujuh kader perempuan jebolan Fatayat, organisasi  perempuan di bawah NU, tembus menjadi anggota DPR periode 2019-2024.   Artinya proses pengkaderan pemimpin di tubuh organisasi perempuan sayap NU ini sangat berhasil. Kaum perempuan NU berperan aktif dan bahkan menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan. Mereka cerdas, percaya diri, kreatif dan berwawasan luas. 


Selain Fatayat, berbagai organisasi di bawah NU pun sukses pengkaderannya. Kita mengenal Banser, Ansor, IPNU, Lakpesdam, dan PMII.  Banyak anak muda NU tampil sebagai pemimpin. Mereka cerdas!

  

Berwawasan luas. Mereka punya etos pembelajar. Doyan diskusi ilmiah. Tidak heran bila tulisan anak-anak muda NU setiap harinya menghiasi opini di berbagai media cetak. Pada saat yang sama hampir setiap jam kader NU tampil di media elektronik. 

Nampaklah proses pengkaderan di tubuh NU berjalan lancar dan bagus sehingga kader-kader NU menduduki berbagai posisi penting di manapun, di berbagai LSM, swasta dan di pemerintahan, dari daerah sampai di pusat. Kaderisasi yang dilakukan NU juga dilakukan oleh organisasi Muhamaddiyah.  Akibatnya kader-kader muda NU tampil dominan dalam segala bidang. 


TB Simatupang, mantan Ketua PGI, pernah katakan bahwa selain  ideologi dan kepemimpinan, organisasi apa pun harus siapkan proses pengkaderan. NU dan Muhamaddiyah lakukan itu dengan sangat terstruktur, masif dan sistematis. 


Aspek ini harus diperhatikan dan dilakukan dengan serius oleh PGI. Siapa pun yang menjadi pemimpin PGI nanti, harus membangun sinergi dan kolaborasi dengan semua organisasi sayap Kristen seperti GMKI, Senior GMKI, GAMKI, PIKI, PWKI, PERUATI,  GSKI, dan sebagainya. 


PGI harus menjamin semua organisasi sayap ini hidup dan berkembang sehingga bisa mempersiapkan kader yang dinamis, kreatif dan transformatif. Berbagai organisasi ini harus membangun kader dengan budaya pembelajar sehingga menjadi manusia cerdas dan berwawasan luas. Mereka harus siap tampil di berbagai bidang dan posisi, baik di swasta dan di pemerintahan.


Bila umat Kristen mau berkiprah dan berkontribusi  lebih besar dalam membangun keadilan dan kesetaraan bagi bangsa dan negara ini, sudah saatnya berbagai organisasi kader ini diperkuat perannya. Dan ini tanggungjawab kita semua, terutama PGI.(*)


Penulis adalah Ketua PGI dan sekarang sedang mempersiapkan pencalonan menjadi Ketua Umum PGI.

Komentar
Berita Terkini