Catatan Pagi

Apa Masih Kecewa dengan Mas Uno?

Administrator Administrator
Apa Masih Kecewa dengan Mas Uno?
Ist
Timboel Siregar

Oleh: Timboel Siregar


Akhirnya drama pencalonan capres dan cawapres berakhir sudah. Nama capres dan cawapres dari kedua pihak sudah diumumkan.


Dari kubu Petahana, sikap baik dari Mahfud MD menjadi pelajaran bagus bagi politisi lainnya. Pak Mahfud tidak kecewa walaupun sudah diminta CV dan mengukur baju untuk mendaftar di KPU. Sikap mementingkan bangsa dan negara dilontarkan Pak Mahfud utk merespon pilihan Pak Jokowi tsb. Malah Pak Mahfud dgn sikap positifnya bilang tanpa Mahfud pun Pak Jokowi memenangi pilpres ini. Memang baik sikap Pak Mahfud. Semoga, bila Pak Jokowi menang, Pak Mahfud masuk kabinetnya.


Di kubu Prabowo, kekecewaan ada. Sangat beda dengan sikap Pak Mahfud, pihak Demokrat sangat kecewa krn merasa dikhianati. Sebutan Jenderal Kardus terlontar utk mengartikan Prabowo nggak mikir dan hanya mentingin uang.

PKS dan PAN yg awalnya terus ngotot mencalonkan kadernya, ternyata tidak kecewa dgn kehadiran Mas Uno mendampingi Prabowo. Rekomendasi Itjimah Ulama teranulir, pun kedua parpol tsb tidak kecewa juga. Capres dan cawapres yang berasal dari satu partai menjadi hal yang sangat tidak biasa, mengingat koalisi yg dibangun terdiri dari beberapa partai yg juga ikut menentukan presiden treshold. Faktanya Gerindra tidak bisa maju sendiri di pilpres saat ini, butuh PAN dan PKS utk mencapai minimal 20 persen. 


Drama di kubu Prabowo mementahkan analisis politik dari para pengamat politik yg biasa kita tonton di TV-TV. Memang agak membingungkan bila melihat semangat awal PAN dan PKS, yang akhirnya dengan mudah menerima Mas Uno. Karena kecewa, Andi Arief mensinyalir suntikan dana dari Uno utk ketiga parpol tsb menjadi penyebab utama pilihan jatuh ke Mas Uno. Ya, sikap paragmatis ttg dana memang ada benarnya juga. Bukankah uang sangat diperlukan untuk kampanye dan operasional lainnya di pilpres dan pileg nanti.


Bagi kalangan SP/SB yg pernah sangat kecewa dengan Anis - Uno ketika mereka memutuskan kenaikan UMP DKI berdasarkan pasal 44 PP no.78/2015, saat ini juga lagi ditunggu sikapnya. Apakah kecewa dengan pilihan Prabowo tersebur karena pernah merasa dikhianati Mas Uno, atau memang sudah melupakan kekecewaan tersebut karena masih berharap duduk di Garot Subroto?


Ya dalam politik seharusnya tidak ada sikap kecewa. Dalam hitungan satu menit pun, dalam politik, segala sesuatu bisa berubah. Demi tujuan kekuasaan harusnya kekecewaan tidak perlu ada, biarlah sikap hidup fleksibel berdasarkan kepentingan menjadi hal yang utama. Sudah lupakanlah ideologi yg sering anda sebut-sebut itu.(**)

Komentar
Berita Terkini