.. Dan terang itu telah hadir di antara kamu ....

Administrator Administrator
.. Dan terang itu telah hadir di antara kamu ....
Ist
Sampe L Purba

Oleh : Sampe L. Purba


"Apa engga salah  nih" ..., itu kesan pertama saya ketika ibu Evangelis - berusia di atas setengah baya, mantan artis berlesung pipi - tadi malam membawakan nats dalam perayaan natal kaum tuna netra suatu yayasan se Jabodetabek di graha PGI Salemba. Saya kuatir ibu ini kurang sensitif dengan audiencenya. Ayat kutipannya pun njleb. ... jauhi percabulan, isteri cukup seorang... demikian dienetnya dari satu Tesalonika empat ayat sekian sekian.

 Khotbah disampaikan secara interaktif, diselingi teriakan gooollll, tepuk tangan dan pukulan rebana, untuk setiap statement yang diamini jemaah. Riuh pokoknya. 


 Ibu Evangelis, yg masih tetap modis ini ternyata sadar dan bersengaja dengan temanya. 

 Ibu itu bertobat berkat suara emas seorang tuna netra di pesta ultahnya ke 21 ketika karier sebagai penyanyi sedang dipuncak puncak tangga nada blantika musik pop Indonesia tahun 80 an. Ibu itu melanjutkan cerita sering menggunakan jasa tuna netra untuk pijet. Punya beberapa langganan dari panti. Menurutnya,  ada pemijat yg suka ngegosipin bhw rekan pemijat yg lain sering gonta ganti pacar. Atau bahkan lebih jauh lagi....

Audience jemaah langsung gerrrr..... gollll... tepuk tangan. Rebana dipukul bertalu-talu.

Akh, ternyata rekan rekan kita yang kurang dalam penglihatanpun adalah manusia biasa, menjalani kehidupan normal dengan segala romantika dan sisi terang gelapnya.


Saya beruntung dapat hadir, ditugaskan Pimpinan mewakili Beliau. Ini langka.

Semua petugas ibadah seperti keyboardist, song leader, pembawa acara, pengisi paduan suara dan solo, adalah para tuna netra. Ada seratusan orang. Beberapa usher atau mungkin anak mereka yg berpenglihatan normal turut membantu. 


Tibalah prosesi penyalaan lilin. Pembawa acara bilang :"... walau tidak ada bedanya, bagi mata kita yang tetap gelap, tapi hati kita terang. Petugas, harap matikan listrik". Ada lima lilin disediakan. Pengkhotbah, Ketua Yayasan (yg juga tuna netra), mewakili PGI, PemProv DKI dan juga saya, diundang utk menyalakannya.

 

Malam kudus, sunyi senyap.

Hati saya bergemuruh. Rekan rekan tuna netra ini, dengan ceria dan hati gembira, menyambut natal secara bersahaja dengan suka cita. Rasa hormat dan penghargaan saya kepada komunitas ini meningkat.


Bingkisan natal berupa sekedar pengganti uang transpor dan tongkat lipat  dari sponsor dermawan, mereka terima dengan hati bersyukur dan wajah sumringah.


.... dan terang itu telah hadir di antara kamu...

Selamat natal kawan kawan


Medio Desember 2018

Komentar
Berita Terkini