Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia Terpilih, Gubsu Punya Titipan

Administrator Administrator
Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia Terpilih, Gubsu Punya Titipan
Ist | Pelita Batak
Proses pencabutan nama calon pimpinan HKI Pada Sinode Godang HKI di Medan

Medan (Pelita Batak):

Pdt Dr Tony L Hutagalung terpilih menjadi Ephorus Huria Kristen Indonesia (HKI) Periode 2026-2031 pada Sabtu (28/3/2026).

Pemilihan lewat mekanisme Manjomput Na Surat (Cabut Undi), tradisi di persekutuan Gereja HKI yang selama ini dipertahankan dalam pemilihan pucuk pimpinan gereja HKI selama beberapa dekade.

Pdt Tony L Hutagalung terpilih menggantikan Pdt Firman Sibarani Mth yang telah menyelesaikan periodesasi kepemimpinan (2021-2026).

Pdt Tony yang selama ini dikenal sebagai akademisi ini akan memimpin gereja dengan jumlah jemaat hampir kurang lebih 400 ribu jiwa ini.

Pdt Tony terpilih dari nama lain yang ikut mencalonkan Ephorus HKI, seperti Pdt HT Fresley Simamora STh MSi; Pdt Lemsihar O Siregar MTh; dan Pdt Janto Sihombing MTh.

Sementara itu untuk jabatan Sekretaris Jenderal HKI --terpilih nama Pdt Dormen Pasaribu MTh. Ia akan menggantikan jabatan Sekjen HKI yang telah menyelesaikan periodesasi yaitu Pdt Hotman Hutasoit MTh.

Sebagaimana diketahui, tahapan pemilihan pucuk pimpinan HKI diselenggarakan sejak akhir tahun 2025.

Gubsu Singgung Bencana Alam

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menghadiri pembukaan Sinode ke-65 Huria Kristen Indonesia (HKI) yang berlangsung di Hotel Danau Toba, Medan, Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan balon gas sebagai simbol dimulainya sinode.

“Mudah-mudahan silaturahmi dan kerja sama serta kolaborasi kita bisa terus berjalan berdampingan, beriringan dan saling menguatkan satu sama lain. Karena itu saya terima kasih atas undangan dari HKI, sebagaimana dukungan yang selama ini diberikan kepada kami Pemerintah Provinsi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga menyinggung berbagai bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara dalam beberapa bulan terakhir, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor di sejumlah daerah. Ia mengajak seluruh jemaat HKI untuk turut berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita tahu satu hal, ini harus bisa kita antisipasi dan selesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami ingin mengajak kita semua untuk berkontribusi, karena pemerintah juga tidak bisa sendiri dalam menjalankan program pembangunan. Termasuk kedepannya, kita sama-sama menjaga alam, karena itu juga menjadi tugas kita. Caranya tidak perlu berlebihan, cukup merawat pohon, melestarikan sungai, jangan menyerobot (daerah aliran sungai),” jelas Bobby Nasution.

Ia juga berharap para pengurus, tokoh agama, serta pimpinan HKI dapat membantu menyampaikan pesan pemerintah terkait pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat luas.

“Kalau pemerintah saja yang menyuarakan, bisa banyak bantahan. Tetapi kalau ada pesan dari tokoh Agama seperti Bapak Ephorus dan para pendeta melalui sentuhan rohani, saya yakin para jemaat ini pasti bisa lebih mendengarkan,” sebut Gubernur.

Selain itu, Bobby Nasution mengapresiasi rencana pengembangan kawasan agrowisata di Danau Toba yang akan difungsikan sebagai pusat pelatihan dengan luas sekitar 8 hektare. Ia menyebutkan, pembangunan ditargetkan mencapai 50 persen pada tahun depan dan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata sekaligus sarana edukasi.

Komentar
Berita Terkini