Tokoh Masyarakat Galang Minta Media Berimbang dalam Pemberitaan

Administrator Administrator
Tokoh Masyarakat Galang Minta Media Berimbang dalam Pemberitaan
Ist|PelitaBatak
Kota Galang

Galang (Pelita Batak) :
Dalam hal menuliskan berita, seorang jurnalis haruslah benar-benar berimbang dan tidak berpihak pada siapa pun. Media hendaknya menyuarakan aspirasi yang memperjuangkan hak rakyat.

"Media harus benar-benar berimbang dan mengikuti aturan yang telah diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No.40 tahun 1999. Masukan ini saya sampaikan untuk menanggapi beberapa pemberitaan media cetak terkait Kota Kecamatan Galang yang terkesan berbau politis,” ujar tokoh masyarakat Galang Ustad M.Safri’zas, S.Pdi, MPSi didampingi Drs. Tengku Radian, S.Ag dan Kepala Desa Paya Itik Maroloan Ompusunggu,SE di Galang, Kamis (30/3/2017).

Lebih lanjut Safri’zas mewakili tokoh masyarakat Galang membantah pernyataan yang mengatasnamakan masyarakat Kecamatan Galang atas nama Rizal. Dia bukan tokoh masyarakat Galang, tokoh desa pun tidak.

Dari hasil amatan pihaknya, lanjut Tengku Radian beberapa hari belakangan ada oknum yang kasak-kusuk mencari tokoh masyarakat yang mau sebagai narasumber. Namun para tokoh masyarakat Galang bercerita tidak ada yang mau jadi nara sumber.

Mantan Bendahara Desa bernama Rizal inilah yang mau berkomentar mengatasnamakan tokoh masyarakat Galang. Menyikapi hal ini, Tengku Radian menyebutkan, media seharusnya tidak menelan bulat-bulat informasi dari satu orang. Konfirmasi dengan beberapa nara sumber akan lebih menguatkan dan tidak membuat orang lain berada di posisi yang salah.

"Seharusnya, jurnalis yang bertugas dilapangan juga harus professional dalam menentukan nara sumber, apalagi yang mengatasnamakan tokoh masyarakat Galang. Sementara tokoh bersangkutan adalah pengurus partai politik yang sarat dengan nuansa kepentingan," katanya.

"Harapan kita kepada anggota DPRD selaku wakil rakyat dan membela hak-hak rakyat, agar bersikap lebih matang dalam melakukan sesuatu tindakan. Dalam memberikan pendapat ke media pun harus benar-benar menguasai daerah yang hendak di utarakan," kata Tengku Radian.

Sementara Kepala Desa Paya Itik Maroloan Ompusunggu menyampaikan bahwa Boinem itu bukanlah dari kalangan orang yang miskin kali. Dia di kenal sebagai rentenir di desa Paya Itik. Orang-orang di desa itu pinjam uang sama dia dengan sistem gadai barang. Masyarakat Desa Paya Itik kurang begitu perduli dengan keluarga ini. Suaminya bekerja sebagai pekerja pencetak batu.

"Boinem adalah ibu kandung dari Fatih yang dibawa anggota DPRD Deli Serdang ke rumah sakit. Balita tersebut sebelumnya rutin dibawa ke Pos Yandu, namun sejak menderita sakit balita di bawa ke Binjai untuk berobat, namun sakitnya tak kunjung sembuh sehingga dibawa kembali ke
Desa Paya Itik," kata Ompusunggu.

Sebenarnya, tambah Ompusunggu bayi tersebut sudah disepakati akan dibawa ke rumah sakit oleh aparat desa. Akan tetapi tidak diizinkan oleh Boinem dengan alasan suaminya belum pulang kerja. Kemudian diputuskan akan di bawa ke rumah sakit esok paginya.

"Sebelum dibawa aparat desa dan petugas puskesmas, anggota DPRD Deli Serdang sudah membawanya lebih awal ke rumah sakit. Mudah-mudahan ini bukan salah satu bentuk pencitraan yang menggunakan masyarakat kurang mampu sebagai objek. Siapa pun yang melakukan kebaikan di Desa Paya
Itik sangat kita apresiasi, asal tidak memanfaatkan kebaikannya itu untuk sesuatu hal yang menguntungkan diri sendiri," katanya. (TAp|JP)

Komentar
Berita Terkini