"Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak kepada pengembangan bisnis secara vertikal. Tentu saja menggunakan teknologi yang baik. Untuk mendukung rencana ini dibutuhkan investasi sebesar US$ 3 miliar hingga 2021," jelas Direktur Keuangan Inalum, Oggy Achmad Kosasih, di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu 22 Maret 2017.
Sumber belanja modal sebesar US$ 3 miliar hingga 2021 selain bersumber dari pembiayaan internal, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi untuk menambah permodalan.
"Ini bukan hanya pakai dana Inalum, tapi kita juga pakai dana luar, pinjaman dan penerbitan obligasi," tutur Oggy.
Adapun sebagian belanja modal yang disiapkan Inalum untuk membangun Smelter Grade Alumina (SGA) di Mempawah, Kalimantan Barat bersama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Dengan dibangunnya smelter tersebut diharapkan volume impor alumina bisa berkurang.
"Kalau ditanya lebih jauh, kita masih impor alumina untuk bahan baku aluminium," tutup Oggy.(R1)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified