Terkait OTT, Orang Nomor Satu di Taput Diduga Terima Uang

Administrator Administrator
Terkait OTT, Orang Nomor Satu di Taput Diduga Terima Uang
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Masih seputar kasus Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas Pendidikan di Tapanuli Utara belum lama ini, berembus informasi tidak sedap. Pasalnya, ada dugaan uang hasil kutipan liar tersebut juga mengalir ke pundi-pundi orang nomor satu di Tapanuli Utara. Kondisi ini mulai menggerus rasa percaya masyarakat terhadap era kepemimpinan Pemkab Tapanuli Utara saat ini.

Pasalnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Taput yang bekerja di bawah kepemimpinannya saat ini terlibat kasus pemerasan terhadap dua Kepala Sekolah yaitu Kepala SMA Negeri 1 Sipahutar berinisial BS dan Kepala SMA Negeri 1 Pangaribuan berinisial JS.

Informasinya, kedua kepala sekolah itu masing - masing telah memberikan uang Rp 250 juta dan 300 USD serta 400 Yuan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Taput Jamel Panjaitan.

Namun uang yang disita Negara hanya Rp 230 juta serta 100 USD dan 200 Yuan. "Sebelumnya, Jamel Panjaitan sudah menerima hasil pemerasan terhadap kedua kepala sekolah SMA itu, dan uang itu diduga sudah ia berikan kepada Bupati," terang mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Taput inisial RS, saat diwawancarai di acara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan, Sabtu (25/3/2017).

Sementara Bupati Taput Nikson Nababan enggan berkomentar terkait informasi tersebut. Ia mengelak dengan mengatakan tanyakan saja langsung kepada aparat penegak hukum. "Jangan tanya saya. Tanya ke penegak hukum. Karena penegak hukum yang mengetahui semua kasus dari Taput," tepisnya malam itu.

Bahkan, Rudi Sitorus Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Taput langsung menarik pakaian wartawan, demi menghindarkan bupati dari sorotan insan pers.

Tindakan Kepala Satpol PP Taput itu menimbulkan kecurigaan di kalangan wartawan. Muncul dugaan apakah memang Bupati Nikson Nababan selama ini belum yang mengetahui adanya aliran uang yang diberikan Jamel kepadanya itu?

Semenjak diberitakan terkait kasus OTT Kadisdik Taput itu, santer di tengah masyarakat berbagai isu yang berkembang.

Bahkan, saat diwawancarai wartawan, SKPD Taput begitu getolnya menghalang - halangi wartawan hendak menjumpai Bupati Taput untuk kepentingan konfirmasi. Waktu itu Nikson berada di depan stan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), satu momen yang wajar dan legal bagi wartawan untuk mengonfirmasinya. Sungguh mengherankan kelakukan jajaran SKPD di Kabupaten Taput ini.(FM)

Komentar
Berita Terkini