"Kami berharap line kereta cepat ini bisa selesai tepat waktu dan bisa mengangkut 25,000 penumpang setiap harinya," ucap Mart Polman, managing director portal properti global Lamudi. "Karena kami juga sudah mencatat adanya peningkatan permintaan akan properti di Bandung baik dari sisi investor juga pembeli berpotensi," tambahnya.
Kereta cepat ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2019 namun hal tersebut masih merupakan rencana karena proyek ini sangat bergantung pada pendanaan dari China Development Bank yang diharapkan akan menambah dana sebesar $4.1 miliar pada Maret 2017; yang meliputi ¾ dari total biaya keseluruhan, sedangkan sisanya akan didanai oleh Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Meski begitu, tak semua orang senang dengan rencana konstruksi ini dan ratusan penduduk setempat yang tanahnya akan terkena dampak belum merasa berkomunikasi lebih jauh dengan pemegang proyek tentang pembangunan ini. Banyak lahan milik anggota militer Indonesia juga kini sedang dalam masa negosiasi dengan pemerintah agar bisa dibebaskan.(R2)