Parlindungan Siliwangi Manurung Pimpin Ikatan Keluarga Batak Duri Sekitarnya (IKBDS)

Administrator Administrator
Parlindungan Siliwangi Manurung Pimpin Ikatan Keluarga Batak Duri Sekitarnya (IKBDS)
goriau.com
Parlindungan Siliwangi Manurung Ditunjuk jadi Ketum IKBDS Duri
Duri(Pelita Batak): Masyarakat Batak di kawasan Duri dan sekitarnya menggelar musyawarah istimewa, Jumat 3 Maret 2017) malam lalu. Rapat khusus dipandu Sabarman Damanik SSos itu di rumah Parlindungan Siliwangi Manurung di Jalan Rambutan Kelurahan Air Jamban, Duri.

 

Dalam pertemuan tersebut lahirlah kebulatan tekad bersama untuk mengaktifkan kembali Ikatan Keluarga Batak Duri Sekitarnya (IKBDS). Organisasi ini pertama kali dibentuk segenap komponen masyarakat Batak Duri dan sekitarnya pada Juli 1999 silam. Ini diklaim sebagai organisasi Batak pertama di Riau bahkan di Indonesia.

 

Dalam sidang dipandu P Marbun (ketua) dibantu Bonar Tampubolon (sekretaris), dan Gortap Sinaga, J Turnip, serta Jafar Hutapea (anggota), para tetua dan segenap komponen masyarakat Batak yang hadir secara aklamasi menunjuk Parlindungan Siliwangi Manurung sebagai ketua umum IKBDS.

 

Selama ini, Manurung merupakan Ketua Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Batak Riau Duri (IKBRD) maupun IKBDS. Dia juga pernah dipercaya sebagai ketua harian IKBDS periode awal. Selepas bersedia menerima amanah sebagai ketua umum dengan sejumlah syarat ketat dan mengikat, Parlindungan Siliwangi Manurung langsung menunjuk pengurus inti sesuai hak prerogatif yang dimilikinya.

 

Marnalom Hutahaean SH, MH dipercaya sebagai ketua harian, Ir H Samsu Dalimunthe sebagai sekretaris, dan Fransisca Sinambela sebagai bendahara. Sementara susunan pengurus lengkap akan dituntaskan dalam waktu kurang dari sebulan.

 

Pertemuan istimewa itu dilatarbelakangi oleh kerisauan mendalam para tetua dan berbagai komponen masyarakat Batak melihat makin pudarnya eksistensi warga dan organisasi masyarakat Batak di kawasan Duri dan sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir.

 

Pemikiran membangkitkan kembali IKBDS, kata Parlindungan Siliwangi Manurung dalam sambutannya, berdasarkan masukan dari para tetua dan berbagai komponen masyarakat Batak dalam sejumlah pertemuan formal maupun by phone. Dia juga membeber historis lahirnya IKBDS serta peleburannya menjadi ikatan keluarga Batak lainnya.

 

Menurutnya, keberadaan wadah organisasi orang Batak kurang jalan dalam beberapa waktu terakhir. Sudah ada upaya meluruskan itu, namun kandas. Makanya muncul niat para tetua menghidupkan kembali IKBDS. Lagi pula, di tubuh Ikatan Keluarga Batak kini terjadi perpecahan sehingga kemana orang Batak harus mengadu.

 

"Ini bukan tandingan. Di IKBDS tidak ada tandingan. Bukan pula mencari persaingan. Tidak pula untuk membuat perpecahan. Semua ini kita maksudkan untuk menyongsong perkembangan Mandau ke depan. Orang Batak harus solid untuk menunjukkan eksistensinya. Tanpa membedakan agama, kita semua harus bahu-membahu, berbuat untuk kepentingan masyarakat Batak, bukan untuk kepentingan pribadi. Saya tidak akan mampu mengemban tugas berat ini kalau tidak didukung penuh seluruh komponen masyarakat Batak," tegasnya.(R2/goriau.com)

Komentar
Berita Terkini