Mohon Perhatian, 6.630 Buta Huruf di Tapteng

Administrator Administrator
Mohon Perhatian, 6.630 Buta Huruf di Tapteng
ist|PelitaBatak

Pandan (Pelita Batak) :

Dalam rangka hari Kartini dan hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Tapanuli Tengah, Pesada yang merupakan kelompok dampingan LSM dari Sumatera Utara, melakukan aksi solidaritas keprihatinan Kaum Perempuan dan Pendidikan anak di Tapteng, Selasa (2/5/2017). 

 

Aksi solidaritas ini diawali dengan seminar tentang perempuan dan pendidikan di PIA hotel Pandan, dan sore harinya dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan, salah satunya ke kantor Polsek Pandan, Kantor Bupati dan gedung DPRD Tapteng.

 

Dengan membawa spanduk dan juga poster-poster, massa memaparkan tentang tingginya angka buta huruf di Kabupaten Tapanuli Tengah yang mencapai 6.630 orang, yang terdiri dari kaum perempuan sebanyak 4.347 orang, dan kaum laki-laki sebanyak 2.283 orang, sesuai dengan data BPS tahun 2010. 

 

Data tersebut merurut mereka masih menunjukkan sangat tinggi angka buta huruf perempuan dewasa di Tapteng, tetapi disayangkan belum ada respon dengan tersediannya program pendidikan non formal dan kerangga pendidikan semumur hidup. 

 

Dinas Pendidikan mengambil posisi pasif dalam menyediakan program-program pendidikan non formal bagi perempuan yang putus sekolah. Untuk itu diharapkan Dinas Pendidikan Tapteng memfasilitasi persoalan tersebut.

 

“Berangkat dari masalah dan fakta yang ditemukan dalam proses diskusi yang diselenggarakan Pesada, maka kami dari Pesana menyatakan sikap sebagai berikut: Adanya alokasi anggaran dari APBD untuk pendidikan gratis dan berkualitas minimal wajib belajar 12 tahun. Mendesak pemerintah untuk menyediakan program pendidikan kritis, vocational training, dan pendidikan keberagaman, kejar paket bagi perempuan dewasa. Diminta Pemerintah Desa menyediakan anggaran APBDesa untuk pendidikan kesetaraan gender bagi warga, tokoh adat, tokoh agama, suami dan lain-lain,”kata Berliana Purba.

 

Adapun kelompok Persada ini adalah, gabungan dari beberapa kelompok perempuang yang ada di Tapteng yang terdiri dari perwakilan CU/Kelpum di Tapteng, Suara Perempuan Untuk Keadilan. Selain menyuarakan masalah tingginya angkat buta huruf di Tapteng, mereka juga menyuarakan tingginya kasus tindakan kekerasan seksual terhadap anak dan juga kekerasan rumah tangga di Tapeng. Untuk itulah mereka meminta kepada Polres Tapteng melalui Polsek Pandan agar kasus kekerasan seksual terhadap anak dan KDRT benar-benar ditangani dengan serius.

 

“Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Tapanuli Tengah periode 2015-2017 terdapat 39 kasus, terdiri dari 31 kasus kekerasan seksual, 1 kasus KDRT, 1 kasus hak asuh, 3 kasus melarikan anak dibawah umur, 2 kasus anak beradahapan dengan hukum, 1 kasus incest. Data tersebut bersumber dari KPAID Kabupaten Tapanuli Tengah. Melihat tingginya kasus ini, kami meminta kepada pihak Kepolisian baik itu Polres dan Polsek Pandan, agar menuntaskan kasus-kasus tersebut demi penegakan keadilan perempuan dan  anak di Kabupaten Tapanuli Tengah. (Antarasumut|TAp)

Komentar
Berita Terkini