Menkumham RI Yasonna H Laoly, SH, M.Sc, PhD : Saya Jadi Menteri Karena Prof. Dr. Amudi Pasaribu

Administrator Administrator
Menkumham RI Yasonna H Laoly, SH, M.Sc, PhD : Saya Jadi Menteri Karena Prof. Dr. Amudi Pasaribu
Ist|PelitaBatak
Menkumham RI Yasonna H Laoly, PhD didampingi oleh Sekretaris Yayasan UHN Pdt. Dr. Pintor Sitanggang foto bersama dengan para Pengurus Pusat IKA UHN Setelah selesai dilantik.

Medan (Pelita Batak) :
"Tanpa Prof. Dr. Amudi Pasaribu Saya tidak mungkin jadi jadi Menteri Hukum dan HAM RI," kata Yasoona H Laoly, SH, MSc, PhD. Jasa dan pengabdian Prof Dr Amudi Pasaribu menjadi bagian dari tonggak sejarah keberhasilan Doktor Hukum lulusan North Carolina State University USA tersebut.

Hal itu disampaikan Yasoona saat acara Peluncuran buku Prof. Dr. Amudi Pasaribu dan sekaligus acara Pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Universitas HKBP Nommensen berjalan dengan sukses di Ruang Perpustakaan UHN, Sabtu (25/03/2017). Peluncuran buku dan Pengukuhan Pengurus Pusat yang diketuai oleh Tongariodjo Angkasa SE, MM, MBA, Sekretaris Turunan Gulo, SP, MSP, dan Bendahara Linda Tantry berjalan dengan baik dan sukses. Dalam sambutannya, Menteri Hukum dan HAM sangat mengharapkan peran alumni dalam membesarkan nama UHN. Sebagai alumni, sekecil apapun kontribusi kita, itu sangat membangun. Untuk itu sangat saya harapkan semua alumni ini bisa menjadi teladan dalam kehidupan masyarakat, dengan demikian nama baik dan nama besar UHN benar-benar melembaga di masyarakat.

Mengenai peluncuran buku biografi Prof. Dr. Amudi Pasaribu yang dituliskan oleh Bersihar Lubis, Ramadan Batubara, Adelina Savitri Lubis, Averos Lubis, dan Hendry Roris P Sianturi, Menkumham sangat senang.

"Sudah lama kita membicarakan ini, dan puji syukur kepada Tuhan akhirnya buku ini bisa selesai," ujarnya.

Yasoona sangat berterima kasih kepada team penulis yang telah berjuang keras dalam menyelesaikan buku ini. "Bersihar Lubis adalah sahabat kecil saya, dan sangat produktif menulis sampai saat ini, tegas Yasonna Ha Laoly mengenang Bersihar Lubis sebagai rekan main pimpong di Kota Sibolga dulu," katanya.
 
Dalam testimoninya Yasoona mengatakan, tanpa Prof. Amudi Pasaribu ia tidak bisa menjadi DPR RI dan Menteri Hukum dan HAM di negara ini. Nilai kejujuran, pekerja keras, empati, visioner adalah hal yang sangat ditanamkan oleh Prof. Dr. Amudi Pasaribu kepada dirinya. "Prof. Amudilah yang mengirim saya ke Amerika Serikat untuk kuliah S2 dan S3," ujarnya bangga sebagai anak didikan Prof. Amudi Pasaribu.

Yasoona sangat berharap dengan adanya Buku Biografi ini sebagai bukti bahwa kita semua perlu menghargai jasa para orang yang berbuat bagi Universitas HKBP Nommensen yang sangat kita cintai ini.

Sementara Tongariodjo Angkasa SE, MM, MBA sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat mengharapkan kerjasama semua pihak di antara sesama alumni dan pihak Universitas. "Kita akan koordinir semua potensi alumni menjadi kelurga besar yang bisa berkontribusi positif kepada kampus yang sangat kita cintai ini," tegas Tongariodjo Angkasa.

Sementara Rektor UHN melaui Wakil Rektor III UHN Dr. Ir. Sindak Hutauruk, MSEE juga berharap peran strategis alumni untuk membesarkan nama baik UHN ke depan. "Semoga dengan adanya wadah Alumni ini dalam bentuk Pengurus Pusat IKA UHN bisa memberikan banyak informasi kepada juniornya di UHN. Ke depan program kerja IKA UHN bisa menyatukan semua potensi alumni yang pada akhirnya bisa bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa UHN yang sekarang menimba ilmu di kampus UHN," harapnya.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris yayasan UHN Pdt. Dr. Pintor M Sitanggang, WR I UHN Dr. Haposan Siallagan, SH, MH, WR II Drs. Charles M Sianturi, MSBA, dan para undangan lainnya. (TAp|rel)
 

Komentar
Berita Terkini