Mendikbud Buka Konferensi Nasional PGRI Di Medan, Gubsu Erry Titip Isu Guru Honor

Administrator Administrator
Mendikbud Buka Konferensi Nasional PGRI Di Medan, Gubsu Erry Titip Isu Guru Honor
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mempunyai harapan khusus agar Konferensi Kerja Nasional IV Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membahas isu guru honor.

 

Konferensi yang dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi  di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (28/1), Gubsu Erry menitip pesan agar persoalan penggajian guru honor di sekolah negeri SLTA yang tidak tertampung pendanaannya dapat dicarikan solusi.

 

“Kami sangat berharap isu guru honor menjadi bagian penting untuk didiskusikan dalam forum Konferensi Kerja Nasional ini, sekaligus memberi masukan kepada pemerintah yang kelak menjadi kebijakan yang berpihak membawa solusi di dunia pendidikan nasional,” kata Erry.

 

Pembukaan Konferensi Kerja Nasional - IV PGRI diikuti lebih dari 1.000 anggota PGRI dari 34 provinsi se Indonesia.  Hadir Plt Ketua Umum PB PGRI DR Unifa Rosyidi, Ketua PGRI Sumut Drs Abdurahman, Kepala Dinas Pendidikan Sumut DR Arsyad Lubis dan lainnya.

 

Seperti diketaahui, Pemerintah sudah mengamanahkan pengelolaan pendidikan di berbagai tingkatan sesuai UU 23 tahun 2014, sehingga pemerintah provinsi memiliki kewenangan mengelola jenjang pendidikan menengah. 

 

Dalam pelksanaanya, pengalihan kewenangan masih miliki beberapa masalah. Dkatakan Gubsu, ternyata gaji guru PNS yag dpindahkan ke provinsi dananya masih kurang. “DAU kab/ kota tidak berkurang padahal tagunngjawab bergeser ke provinsi. Saya dapat info untuk Jawa Tengah, gaji PNS di sana kurangnya mencapai Rp800 miliar, hanya cukup untuk 6 bulan, sedangkan  di Sumut kurang Rp300 miliar. Kami sudah sampaikan langsung ke Menkeu, inshaallah akan tambah dalam P-APBN,” katanya.

 

Di sisi lain, berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara nomor 1 tahun 2016 tentang Pegalihan Personil Jabatan Funngsional dan Tenaga Kependidikan dari Kab/kota ke Provinsi ditegaskan bahwa yang dialihkan adalah PNS daerah, tidak  termasuk guru non PNS/ guru honor. 

 

“Isu yang mengemuka saat ini, yakni pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan non PNS atau tenaga honor di sekolah negeri, persoalan ini bukan hanya dihadapi Provinsi Sumatera Utara saja,” kata Erry.

 

Namun demikian Pemerintah Provinsi sedang berupaya mencari solusi alternatif penyelesaiannya untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif. “Kita sudah melakukan koordinasi dan pendekatan baik ke pemerintah pusat maupun ke pemerintah daerah serta masyaraat,terutama mendiskusikan aspek pemenuhan kesejahteraan pendidik dan tenaga pendidik non PNS di sekolah negeri,” jelasnya.

 

Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi meminta PGRI agar lebih fokus pada peningkatan kualitas guru. “Diminta atau tidak diminta PGRI harus berada diatas kepentingan guru di indonesia, harus menempatkan diri sebagai orgnanisasi yang paling tua  dan dituakan,” katanya.

 

Dia berharap, berharap kemitraan dan kerjasama PGRI dan Kemendikbud terus dikuatkan. Menurutnya, saat ini yang menjadi target utama adalah memberi kpercayaan kepada guru. “Saya sangat tersinggung kalau ada pernyataan  pejabat yang nadanya itu tdak percaya guru. Memang  kalau tidak percaya guru selesailah sudah pendidikan kita . Memang Mendikbud bias mengajar sendiri murid?” ujarnya.

 

Menurutnya,Kemendikbud sudah sejalan dengan PGRI terutama kebijakan ujian  berstandar nasional yang spiritnya mengemblikan kepercayaan pada guru. “Guru harus merancang, melaksanakan dan mengevaluasi. Dialah yang punya kualitas menentukan anak sudah waktunya tamat atau belum,” katanya.(TAp)

 

Komentar
Berita Terkini