Komnas Anak : Waspada Penculikan Anak untuk Penjualan Organ Tubuh

Administrator Administrator
Komnas Anak : Waspada Penculikan Anak untuk Penjualan Organ Tubuh
ist|PelitaBatak
Arist Merdeka Sirait

Jakarta (Pelita Batak) :

Maraknya kabar penculilan anak untuk tujuan penjualan organ tubuh anak yang beredar minggu ini telah meresahkan masyarakat. Informasi yang simpang siur, harus tetap menjadi perhatian orangtua.

 

Banyak informasi aksi para penculik anak dengan berpura-pura sebagai pengemis, orang yang mempunyai gangguan jiwa, serta sebagai pedagang keliling di beberapa tempat di Indonesia. Aksi serupa pun sudah banyak yang berhasil digagalkan oleh warga.

 

Menurut catatan hasil investigasi Komnas Perlindungan Anak, di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara misal seorang perempuan SA (32) warga Jl. Beringin Pasar IV Sei Percut Medan berpura-pura mengalami ganguan jiwa. Ia berkeliaran di Jl. Logam Lingkungan V Tangjungbalai Kota terpaksa diamankan ke Polresta Tanjungbalai setelah diduga terlibat sebagai salah satu sindikat penculikan anak.

 

"Terdengar juga kabar bahwa Polsek Matraman, Jakarta juga telah mengamankan 3 orang terduga pelaku penculikan  di daerah Utan Kayu Jakarta Timur. Dalam keterangannya para terduga penculik mengaku mendapat imbalan 10 juta rupiah untuk satu orang anak," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam relisnya, Selasa (21/3/2017).

 

Kemudian, di Yogjakarta seorang siswa kelas III siswa SD Gedongkiwo Mantrijeron D (9) berhasil menggagagalkan aksi gerombolan penculikan terhadap dirinya dengan cara menggigit salah satu tangan penculik. Demikian juga kabar penculikan di Manado dan Tomohon Sulawesi Utara juga telah meresahkan masyarakat.

 

Komisi Nadional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dibidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya baik lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan tempat bermain anak serta ruang publik. 

 

"Orangtua juga dihimbau untuk  membekali diri anak untuk mampu menyelamatkan dirinya dari bujuk rayu, tipu muslihat dan ancaman orang lain dengan mengajarkan kepada anak untuk berani mengatakan tidak pada ajakan orang lain, berani menolak terhadap pemberian dan bujuk rayu orang yang tidak dikenal dan berani berteriak dan minta tolong, serta mengajarkan kepada untuk menggigit dan atau menendang jika dalam posisi terancam," kata Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam menyikapi maraknya kabar penculilan anak untuk tujuan penjualan organ tubuh anak.

 

Komnas Perlindungan Anak juga menghimbau masyarakat jika mencurigai kemungkinan terjadinya penculikan dilingkungannya jangan main hakim sendiri tetapi segera menyerahkan kepada otoritas lingkungan atau kepada Polisi terdekat. (TAp|rel)

Komentar
Berita Terkini