Komite Sekolah Tak Dilibatkan Kelola Dana BOS di SDN 173577 Panindii Tobasa

Administrator Administrator
Komite Sekolah Tak Dilibatkan Kelola Dana BOS di SDN 173577 Panindii Tobasa
Freddy Hutasoit
Atlas yang menjadi pemicu masalah di SDN 173577 Panindii Tobasa

Tobasa(Pelita Batak): Persoalan para siswa SDN 173577 Panindi, Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menggunting foto-foto pahlawan yang tertera dalam isi buku atlas untuk memenuhi PR yang diberikan guru, memicu mencuatnya  dugaan permasalahan lain di sekolah tersebut.

 

Ternyata Kepala Sekolah  SDN 173577 Helmi Panjaitan tersebut sudah 19 tahun menjabat. Beberapa orangtua mengeluhkan gaya kepemimpinannya yang acapkali mengundang pertanyaan para orangtua. Antara lain pengelolaan dana BOS dan rendahnya disiplin guru.

 

"Sering anak kami mengeluh, bahwa gurunya jarang masuk. Selain itu, persedian buku pelajaran pun terbatas, padahal sudah 10 tahun lebih ibu kepala menjabat di situ. Mau tidak mau satu buku pelajaran harus berbagi dengan beberapa siswa lainnya. Anak-anak kami tidak bisa belajar malam dirumah karena tidak ada buku. Untuk bisa belajar, para anak-anak terpaksa harus memotocopy buku-buku yang di sekolah,"ibu boru Manurung, salah seorang orangtua siswa.

 

Ortu siswa yang lain, boru Siagian, menyebutkan Kepsek ini tidak pernah musyawarah dengan orang tua murid terkait realisasi dana BOS di sekolah tersebut. Apa-apa saja yang menjadi hak para siswa terhadap dana BOS juga tidak pernah disampaikan secara transparan.

 

Ketua Komite sekolah Hulman Hutahaean yang dikonfirmasi wartawan mengaku dirinya selaku komite di sekolah tersebut tidak pernah dilibatkan dalam penggunaan dana BOS. Bahkan proses pencairan dana tersebut pun tak pernah ia ketahui.

 

"Setiap ditanya, kepala sekolah hanya mengatakan bahwa peran komite sekolah tidak dibutuhkan pada pencairan dana tersebut. Oleh karenanya, saya tidak begitu mempedulikan hal itu,"katanya.

 

Kepala sekolah SDN 173577 desa Panindii Kecamatan Silaen, Helmi br. Panjaitan ketika dikonfirmasi berdalih, dan mengaku bahwa info itu tidak benar. "Tidak benar itu pak," jawabnya. Ketika diminta kesediaanya memberikan penjelasan terkait pengelolaan dana BOS di sekolah yang dipimpinnya, Helmi mengaku siap memberikan keterangan.(FH)

Komentar
Berita Terkini