Guru Honor Simalungun Juga 'Mengadu' ke Gubernur

Administrator Administrator
Guru Honor Simalungun Juga 'Mengadu' ke Gubernur
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Usai berunjukrasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utarara (Sumut), Rabu (26/4/2017), seratusan massa guru honor dan aktivis long marsch ke Kantor Gubernur Sumut di Jl Diponegoro Medan.

Massa 'mengadu' kepada gubernur, atas mala petaka yang menimpa pihaknya di bawah kepemimpinan Bupati JR Saragih.

Sayangnya, setibanya di kantor Gubernur, massa aksi diterima Kepala Biro Pembangunan Gubernur Sumut Erick Aruan.

"Aspirasi dari guru-guru sudah saya terima. Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Bapak Gubernur Tengku Erry untuk ditindaklanjuti,” katanya menenangkan massa.

Sebelum membubarkan diri, pimpinan massa terus berorasi secara bergantian sembari mengangkat poster-poster bergambar Bupati Simalungun JR Saragih yang dilukis bergigi panjang mirip drakula.

Gambar itu disertai tulisan ‘Bupati Yang Menghisap Darah Guru”.

Massa juga membawa spanduk berisi tuntutan yang diantaranya meminta Bupati agar membayarkan gaji 700-an guru honor. Guru-guru honor ini sudah enam bulan tidak digaji. Alasan pemecatan, karena tidak dianggarkan selama setahun. “Padahal logika anggaran mestinya setahun,” kata Jon Roi Purba, Ketua LKP2.

Massa yang telah hujan-hujanan itu hanya bisa berorasi di luar pintu gerbang. Sejumlah polisi dan satuan polisi pamong praja berjaga-jaga mengamankan jalannya aksi. (bareskrim|TAp)

Komentar
Berita Terkini