GMKI Wilayah I Sumut-NAD Kecam Tindakan Pembungkaman Terhadap Penyidik KPK

Administrator Administrator
GMKI Wilayah I Sumut-NAD Kecam Tindakan Pembungkaman Terhadap Penyidik KPK
Ist|PelitaBatak
Novel Baswedan saat mendapat perawatan di rumah sakit

Medan (Pelita Batak) :
Presiden harus menjaga institusi KPK dari upaya pembungkaman dan pelemahan KPK. Lembaga anti rasuah tersebut mendapat tekanan dari berbagai pihak saat ini. Upaya pelemahan ini diduga kuat karena maraknya kasus korupsi yang menyeret kepala daerah bahkan pejabat tinggi negara.

termasuk kasus korupsi dalam pengadaan e KTP yang telah merugikan Negara senilai 2,3 triliun Rupiah. KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini, dan saat ini sedang melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang masih terlibat dalam kasus triliun Rupiah tersebut.

"Seperti berita yang kita peroleh, bahwa salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan terkena siraman air keras setelah selesai sholat subuh. Patut diduga ada kaitan dengan upaya pengungkapan korupsi yang menggurita dalam hal e-KTP," kata Swangro, Rabu (12/4/2017).

Menurutnya, hal ini membuktikan banyak oknum yang terseret dalam kasus korupsi di Negara kita ini sehingga segala upaya dilakukan termasuk melakukan kekerasan fisik sebagai satu upaya para karuptor ingin melemahkan penyidik dalam pemberantasan korupsi.

"Presiden harus menginstruksikan Kapolri agar menindak tegas pelakunya  dan mengungkap selebar-lebarnya motivasi dan siapa otak  dibalik kejadian ini," katanya.

Dilanjutkannya, GMKI di SUMUT-NAD selalu organisasi mahasiswa mendukung KPK dalam upaya pemberantasan korupsi termasuk membongkar semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi E KTP. Pihaknya berharap KPK tetap bekerja dan tidak pernah takut dan gentar dalam mengungkap para pelaku korupsi e-KTP tersebut karena masyarakat sipil mendukung setiap upaya KPK dalam memberantas gurita Korupsi di Negara ini. (TAp)

Komentar
Berita Terkini