Untuk itu, Kemenpar, ungkap Arief, akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan Kemnterian Pekerjaan Umum. Begitupun dengan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan destinasi wisata Danau Toba. "Agar ideal, Kemenpar dalam menjalankan tugasnya untuk mengejar target satu juta wisman ke destinasi Danau Toba dengan perolehan devisa 500 juta dollar as pada 2019, dengan asumsi satu juta wisman kali 500 dollar as spending per kedatangan," tutur mantan Dirut Telkom tersebut.
Namun, Arief berharap, khusus untuk event-event budaya tidak berhenti di skala lokal saja, tapi juga ke skala nasional. Bahkan, bukan tidak mungkin salah satu produk budaya dari Suku Batak di Sumatera Utara, yaitu kain Ulos, dapat berkembang dan menjadi tren fashion. "Ujungnya tidak boleh hanya event fashion itu. Ulos tidak hanya menjadi selendang. Tapi juga menjadi fashion dan harus dikomersilkan. Karena itu nanti akan ada rekan-rekan dari Badan Ekonomi Kreatif yang dapat membantu," tutur Arief.(R2)