Enni Martalena Pasaribu, Sesalkan Peserta UNBK SMK Meninggal di Padangsidempuan

Administrator Administrator
 Enni Martalena Pasaribu, Sesalkan Peserta UNBK SMK Meninggal di Padangsidempuan
Ist|PelitaBatak
Enni Martalena Pasaribu, SH, MSi

Medan (Pelita Batak) :
Kordinator Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), Enni Martalena Pasaribu, SH, MH sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Dimana seorang guru justru mengancam siswanya yang ingin berlaku jujur. "Ini adalah pola pendidikan yang keliru, perlu diluruskan masalah ini. Karena sangat tidak etis terjadi di dunia pendidikan, seharusnya menanamkan budi pekerti dan perilaku jujur dan santun," ujarnya kepada wartawan, Rabu (12/4/2017) menanggapi peristiwa yang merenggut nyawa generasi bangsa tersebut. Amelia Nasution sebelumnya dirawat di RSUD Padangsidempuan.

Sebagaimana ramai diberitakan di berbagai media massa cetak maupun elektronik, Amelia Nasution (18) Siswi kelas 12 SMK Negeri 3 Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara (Sumut), minum racun rumput karena merasa terintimidasi setelah mengungkap kecurangan ujian nasional berskala komputer (UNBK) telah meninggal setelah sembilan hari dirawat, Senin (10/4).

Sebelumnya Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar membenarkan peristiwa itu dari akunt facebooknya. Ditulis, Amelia yang sempat diinterogasi tiga guru diduga merasa terintimidasi sehingga berusaha bunuh diri dengan minum racun, dan akhirnya meninggal dunia.

Menurut Enni, peristiwa ini akan sangat berpengaruh kepada dunia pendidikan di Sumut bahkan di Indonesia. Sangat bertentangan dengan program pemerintah pusat dan daerah.

Semua pihak harus memberi perhatian atas peristiwa ini. Ia juga menyebutkan Lembaga Bantuan Hukum yang dipimpinnya siap mengadvokasi keluarga korban untuk mengusut tuntas terkait kematian almarhum Amelia Nasution.

Peristiwa ini juga mestinya menjadi pembelajaran bagi lembaga pendidikan secara keseluruhan. Apakah masih menerapkan cara-cara yang tidak baik untuk mendorong siswa atau peserta didik memperoleh prestasi atau sekedar kelulusan.

Pemerintah perlu memberikan tindakan tegas kepada para guru yang melakukan interogasi kepada siswi malang tersebut. Namun tidak hanya memberikan sanksi saja, namun pihak terkait juga agar menggali informasi tentang mafia di balik kebocoran soal maupun jawaban UNBK saat pelaksanaan UNBK.

"Ini adalah persoalan serius bangsa ini, bagaimana dunia pendidikan yang seharusnya menjadi gerbang menuju masa depan bangsa, justru ternoda oleh kerja kotor para tenaga pendidik," ujarnya.(TAp)

Komentar
Berita Terkini