Panti Manullang Mengungsi diduga Karena Beda Pilihan, Masyarakat Pusuk II Humbang Hasundutan

admin admin
Panti Manullang Mengungsi diduga Karena Beda Pilihan, Masyarakat Pusuk II Humbang Hasundutan
Rikjon Simanullang |Pelita Batak
Panti Manullang Mengungsi diduga Karena Beda Pilihan, Masyarakat Pusuk II Kab.Humbang Hasundutan

Humbang Hasundutan (Pelita Batak ):

Pemilihan kepala desa serentak yang terlaksana di 85 desa se Kabupaten Humbang Hasundutan Senin, 22 November 2021 berjalan dengan berbagai macam rintangan bagi beberapa masyarakatnya masing masing desa.

"Seperti Pemilihan Kepala Desa pusuk II, kecamatan parlilitan, dimana setelah selesainya pemilihan, diduga terjadi keributan antara tim pemenang dan masyarakat yang mencoblos hak pilihnya.

Berawal dari Panti Simanullang, masyarakat desa pusuk II yang mengungsi ke rumah keluarganya di dusun II Lumban Nauli karena diduga adanya keributan. "Berawal dari ketika saya pergi kewarung, setiba disana saya langsung di maki maki tanpa saya ketahui apa penyebapnya, terus saya bilang, mari kita bicarakan baik baik, lalu datang kawanya ingin memukul saya, sampai dua kali, siap itu saya mendengar suara ibu ibu mengatakan, tarik saja, bilangkan saya supaya di tarik," terang Panti Manulllang, Kamis (24/11/2) serasa gemetar.

Lanjutnya lagi, namun Malam itu yang lebih buat saya trauma, disitu saya sangat tidak bisa menahankan diri, namun karena anak anakku yang ku jaga, sehingga saya harus bisa lebih bersabar.

Malam itu ketika kami sekeluarga sudah tidur di rumah,tiba tiba kami mendengar suara anjing peliharaan kami tiga ekor menjerit di luar rumah, rupanya kami melihat dari kaca jendela rumah, kami melihat anjing peliharaan kami habis di siksa,di pukuli, bahkan kaki anjing kami di patahkan begitu saja, saya tidak tahu anjing kami masih hidup atau tidak, karena kami takut keluar," ujar Panti Manullang kepada wartawan Pelita Batak.

"Saya melihat mereka banyak, namun wajahnya tidak terlihat jelas, namun saya dan keluarga harus sabar dan jangan mau terpancing untuk keluar karena pastinya masalah akan semakin membesar," kata Panti.

Ditanya soal sejak kapan mengungsi dan apa penyebap sehingga mengungsi, dirinya menjelaskan, semua karena pemilihan kepala desa. "Saya masih dua hari mengungsi di rumah keluarga ku, saya juga tidak tau kapan pulang karumah karena masih trauma atas kejadian malam itu.Saya memilih nomor urut satu karena itukan hak saya, namun yang menang nomor urut dua dan yang mengganggu keluarga kami ini saya duga dari tim yang menang nomor urut dua, sementara menang,namun masih mengganggu.

"Saya bukanya mengarahkan orang lain ke nomor urut satu, cuman hak suara saya sendiri dan keluarga saya yang memilih ke nomor urut satu, sudah seperti ini masalahnya," terangnya.

Ditanya,apa permintaan untuk kedepanya agar semuanya kembali aman,Panti hanya meminta kedamaian,karena masih terikat kekeluargaan.

"Kami hanya meminta kedamaian, karena semua yang ada di desa ini masih terikat kekeluargaan dan tidak terpisahkan, jangan karena masalah seperti ini, kita di kampung ini jadi terpisah, saya hanya meminta itu, semoga masalah ini cepat reda agar kembali seperti semula, dimana tutur sapa selalu ada," pintanya.(Rikjon Manullang).

Komentar
Berita Terkini