Aliansi Masyarakat Kampus Humbahas Desak PDI Perjuangan Copot Kader ‘Pembohong’

Administrator Administrator
Aliansi Masyarakat Kampus Humbahas Desak PDI Perjuangan Copot Kader ‘Pembohong’
Adol Frian Rumaijuk| Pelita Batak
Moderator Hasugian saat menyampaikan orasinya dalam aksi unjukrasa di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Jl. Jamin Ginting Medan

Medan (Pelita Batak):

Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kampus (AMK) Humbang Hasundutan (Humbahas) mendatangi Kantor Sekretariat DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) di Jl. Jamin Ginting, Medan Selayang, Medan, Kamis (16/12/2021). AMK mendesak Pengurus partai muncung putih itu untuk mengevaluasi keberadaan kadernya, yaitu Ketua DPC PDI Perjuangan Humbahas Dosmar Banjarnahor. Yang bersangkutan dinilai telah merusak citra dan nama baik Ketua Umum Partai Megawati Soekarnoputri dan partainya yang dituding telah melakukan pembohongan dengan pernyataan akan membatalkan pembelian mobil dinas senilai Rp. 1,925 miliar di mas pandemi covid-19.

Bahkan pernyataan pembatalan pengadaan mobil dinas menyeret-nyeret nama Ketua Umum PDI Perjuangan di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut pada 27 Agustus 2021. “Saat muncul informasi akan pengadaan mobil dinas dengan nilai yang tidak sedikit, masyarakat memprotes dan menyatakan menolak. Sehingga pernyataan Dosmar Banjarnahor muncul mengatakan tidak akan membelanjakan anggaran tersebut. Namun apa yang terjadi? Rakyat di bohongi, dan kami khawatir ini akan merusak citra PDI Perjuangan,” ujar Richard Siburian dalam orasinya.

Orator lain, Mader Hasugian juga mengatakan hal yang sama. Ketika kader partai mampu membohongi ketua partainya sendiri, sangat diragukan bahwa rakyat juga akan dibohongi dan dibodohi. “Pimpinannya sendiri dibohonginya, bagaimana dengan rakyat,” ujarnya.

AMK pada kesempatan itu menyatakan bahwa dengan adanya indikasi pembohongan publik oleh kader PDI Perjuangan tersebut, maka dengan mengatasnamakan perwakilan suara masyarakat Humbahas menyatakan menilai Dosmar Banjarnahor tidak memiliki rasa empati kepada warganya. “Kami meminta kepada pengurus PDI Perjuangan melalui DPD Sumut untuk segera mencopot Dosmar Banjarnahor sebagai kader karena telah merusak citra partai dan juga sudah tidak menjalankan arahan ketua umum partai untuk membatalkan belanja mobil dinas baru dalam situasi Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, aksi yang mendapat pengawalan dari sejumlah petugas Kepolisian ini tidak mendapat tanggapan dari pengurus DPD PDI Perjuangan. Staf Media Center DPD PDI Perjuangan Sumut Nezar menerima pernyataan sikap AMK, dan mengatakan akan menyampaikannya ke pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut. “Saya minta maaf, karena kebetulan pengurus tidak ada di kantor. Ini kami terima dengan baik, dan kami berterima kasih atas kehadiran kawan-kawan,” ujarnya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini