IBA Bangun Arena Tinju Dunia Pertama di Tajikistan

Administrator Administrator
IBA Bangun Arena Tinju Dunia Pertama di Tajikistan
Ist | Pelita Batak
IBA Bangun Arena Tinju Dunia Pertama di Tajikistan

Dushanbe (Pelita Batak):

International Boxing Association (IBA) mulai merealisasikan ambisinya membangun fasilitas tinju kelas dunia. Organisasi yang dipimpin Presiden IBA, Umar Kremlev, mengumumkan peletakan batu pertama pembangunan IBA Arena, yang disebut sebagai arena tinju pertama milik IBA di dunia, berlokasi di Dushanbe, ibu kota Tajikistan.

Proyek tersebut diumumkan pada pertengahan Juni 2026 dan menjadi bagian dari strategi besar IBA untuk memperkuat ekosistem tinju internasional, tidak hanya melalui penyelenggaraan kejuaraan, tetapi juga dengan menghadirkan pusat pelatihan dan arena permanen yang dapat digunakan untuk berbagai event internasional. Menurut IBA, arena tersebut akan menjadi simbol era baru olahraga tinju.

Presiden IBA Umar Kremlev menyebut pembangunan arena ini sebagai langkah penting dalam pengembangan olahraga tinju dan pembinaan atlet. Ia sebelumnya telah menggagas berbagai program untuk mendekatkan tinju amatir dan profesional, termasuk pembentukan IBA Pro dan kompetisi bare knuckle.

Meski tidak lagi diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), IBA terus berupaya memperluas pengaruhnya melalui berbagai kegiatan dan investasi infrastruktur. Sementara itu, IOC telah memberikan pengakuan sementara kepada organisasi baru, World Boxing, yang akan menangani cabang tinju pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Belum diumumkan secara rinci kapasitas maupun nilai investasi pembangunan IBA Arena tersebut. Namun, kehadiran fasilitas permanen ini diharapkan dapat menjadi pusat penyelenggaraan kejuaraan dunia, pelatihan atlet, serta berbagai kegiatan tinju internasional di masa mendatang.

Selain membangun arena, IBA juga terus memperluas kalender kompetisinya dengan menggelar IBA Pro, kejuaraan usia muda, serta memperkenalkan cabang bare knuckle boxing sebagai bagian dari ekspansi organisasi menuju apa yang mereka sebut sebagai “era keemasan” tinju dunia. (Int)

Komentar
Berita Terkini