Wujudkan Pembangunan Kawasan Geopark Kaldera Toba, Pemkab Samosir Teken MoU dengan UNPAB

Administrator Administrator
Wujudkan Pembangunan Kawasan Geopark Kaldera Toba, Pemkab Samosir Teken MoU dengan UNPAB
TAp|pelitabatak
Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Rektor UNPAB Muhammad Isa Indrawan disaksikan Anggota Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba Willmar E Simanjorang dan Sahat Simatupang, Ketua BP Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting saat meneken MoU untuk pengembangan kawa

Medan (Pelita Batak) :

Mendukung program pembangunan kawasan geopark kaldera toba, Pemkab Samosir melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Universtas Pembangunan Panca Budi (UNPAB). Keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan untuk mendorong pembangunan sektor ril maupun non-ril serta sinkronisasi program pembangunan oleh pemerintah dengan kearifan lokal.

 

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengharapkan penandantanganan MoU akan menjadi awal untuk pelaksanaan kerjasama yang lebih konkrit daerahnya dengan UNPAB. “Dalam upaya mendukung program pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, kami telah sinkronisasikan dengan RPJMD Kabupaten Samosir periode 2016-2021, dengan harapan terwujudnya masyarakat Samosir yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing berbasis pariwisata dan pertanian,” ujar Rapidin di hadapan wisudawan UNPAB dan undangan di Selecta Medan, Sabtu (13/5/2017). 

 

Juga hadir Rektor UNPAB Dr H M Isa Indrawan SE MM, Mewakili Ketua Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya, Ahmad Muttaqin Amd.Im.,SH.,M.Si, Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba Willmar E Simanjorang, Sahat Simatupang, Ketua Badan Pelaksana Kawasan Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting, Sidang senat UNPAB dan ribuan warga UNPAB.

 

Dikatakan Rapidin, peran universitas dinilai sangat penting dalam mendukung program pemerintah Samosir.

 

Sementara Rektor UNPAB M Isa Indrawan mengatakan, danau toba merupakan warisan dunia yang hingga saat ini menyimpan jutaan bahkan tidak ternilai kekayaan alam. Baik dari sisi geologi, biologi dan kebudayaan. 

“MoU ini menjadi komitmen kita, untuk turut membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berbasis kearifan lokal di sana,” ujar M Isa.

 

Dikatakannya, pihaknya akan melakukan pemetaan dan penelitian tentang sinkronisasi program yang dirumuskan sesuai dengan kearifan lokal kaldera itu sendiri.  Mahasiswa dan dosen akan melakukan penelitian maupun pengabdian masyarakat di kawasan danau Toba yang kini dimulai dari Pemkab Samosir.

 

“Menjadi kewajiban bagi kita untuk memberikan perhatian dan berperan dalam pembangunan kawasan Danau Toba,” ujarnya usai memimpin sidang senat terbuka UNPAB dalam rangka Wisuda angkatan ke 58 ‘UNPAB Tamadum Mandiri, Bersama Menuju World Class University 2033 (Memajukan Peradaban Berpijak Pada Kearifan Lokal).

 

Sebab menurutnya, ada hal penting yang akan dititik beratkan dalam kerja sama tersebut yaitu untuk meneliti sinkronisasi program pemerintah dengan kearifan lokal.  “Kita juga akan menganilisa, apakah masyarakat siap dengan program itu.  Juga akan memetakan, apakah program yang dibuat sesuai dengan kearifan lokal, atau masyarakat yang belum memahami programnya,” ujarnya.

 

Ketua Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba, Dr RE Nainggolan MM menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UNPAB turut ambil bagian dalam pembangunan kawasan danau Toba. Perguruan tinggi lainnya juga diharapkan akan memberikan dukungan yang sama. Terkhusus mewujudkan kawasan danau toba menjadi global geopark network.

 

Demikian halnya dengan Willmar E Simanjorang juga menegaskan, sudah saatnya semua pemerintah daerah kabupaten di kawasan danau Toba bangkit. “Harus menjadi gerakan bersama, kini Bupati Samosir, kita juga akan mendorong perguruan tinggi lainnya untuk bekerjasama dengan pemkab yang ada di kawasan danau toba,” ujarnya. 

 

Willmar yang selalu getol membela kelestarian lingkungan hidup ini, kini menggalang dukungan dari berbagai universitas termasuk di luar pulau Sumatera. (TAp)

 

Komentar
Berita Terkini