Warga HKBP Cijantung Dukung Geopark Kaldera Toba

Administrator Administrator
Warga HKBP Cijantung Dukung Geopark Kaldera Toba
ist|pelitabatak
Doloksanggul (Pelita Batak) :
Berbagai dukungan bermunculan untuk perwujudan Geopark Kaldera Toba (GKT) menjadi bagian dari Unesco Global Geopark (UGG). Dukungan tersebut juga diberikan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cijantung, Jakarta.

Kunjungan jemaat HKBP Cijantung itu dipimpin Pdt Manuasa Sidabutar. Dukungan tersebut ditandai dengan kunjungan rohani di sejumlah situs geopark yang ada di kawasan Danau Toba. Di mana kumpulan koor ama atau komunitas paduan suara kaum bapak HKBP Distrik VIII DKI Jakarta tersebut menyambangi geosite Baktiraja di Humbang Hasundutan (Humbahas).

"Kita datang untuk melihat berbagai situs dan ikut mempromosikannya sebagai taman bumi atau geopark. Hal ini kita harapkan dapat mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu objek wisata geopark yang diproyeksikan masuk sebagai bagian dari UGG," terang salah satu kontingen Marja Sinurat baru baru ini di Kecamatan Baktiraja.

Hal serupa, Beresman Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya memilih kawasan Danau Toba sebagai kunjungan rohani lebih disebabkan kecintaan terhadap bona pasogit (tanah leluhur).

Dengan kehadiran mereka sebagai bagian dari Danau Toba, masyarakat dapat melihat bahwa Danau Toba berpeluang sebagai rumah masyarakat dunia oleh karena keragaman hayati, budaya dan geologi yang diyakini sebagai danau super volcano terbesar di dunia.

"Kita melihat sejumlah situs geoparknya, seperti air terjun janji yang merupakan air gunung yang ke luar dari gua, termasuk aek sitiotio yang merupakan mata air besar dan dapat dijadikan pemandian alam yang sangat baik," tukasnya.

Sebelumnya, Tumpak H Simanjuntak bahwa saat ini perlu dilakukan banyak pembenahan di sejumlah situs geopark. Mulai dari penataan objek wisata dengan tetap mempertahankan kenarturalan alam, pembuatan perencanaan yang baik sehingga tidak merusak keasliannya. Termasuk membangun paradigma masyarakat agar menjadi masyarakat yang terbuka pada dunia namun tetap mempertahankan filosofi budaya yang selama ini mengikat masyarakat di kawasan Danau Toba.

"Contohnya harus ada pusat informasi untuk seluruh situs. Sehingga pengunjung dapat mengetahui rangkaian perkembangan kawasan Danau Toba yang mempengaruhi kehidupan saat ini. Informasi tersebut harus ada di beberapa titik penting, seperti bandara," jelasnya.

Demikian juga dengan Marudut Sihite berharap ke depan Danau Toba secara keseluruhan dapat lebih baik lagi. Kekayaan yang dimiliki saat ini harus terus dikembangkan sebagai warisan bumi di tanah leluhur. Serta harus mampu menjadi sumber kehidupan bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Namun dalam perencanaan pengembangan, Sihite berharap agar tetap memperhatikan kebaikan alam dan kehidupan. Contohnya penataan toilet yang harus memiliki sanitasi yang baik serta tidak dibuang langsung ke sungai. Demikian juga dengan beberapa hal pendukung lainnya termasuk penataan tempat parkir yang layak. (medanbisnisdaily)
Komentar
Berita Terkini