Wali Kota Ditemukan Tewas dengan Leher Tergorok

Administrator Administrator
Wali Kota Ditemukan Tewas dengan Leher Tergorok
ist|pelitabatak
Ilustrasi
Brussels (Pelita Batak) :
Seorang wali kota di Belgia ditemukan tewas dengan leher tergorok di kuburan dekat rumahnya. Kasus pembunuhan ini menggegerkan publik Belgia, dengan Perdana Menteri Charles Michel mengaku 'ngeri' dengan kasus ini.

Dilaporkan media lokal Belgia, SudInfo, yang mengutip jaksa setempat, jenazah Alfred Gadenne (71) yang masih aktif menjabat Wali Kota Mouscron, ditemukan di area pemakaman dekat rumahnya. Jenazah Gadenne ditemukan oleh istrinya pada Senin (11/9) waktu setempat. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi leher tergorok.

Gadenne yang pensiunan anggota parlemen nasional Belgia ini, juga menjadi penjaga makam dan bertugas mengunci pintu gerbang makam setiap malamnya. Mouscron sendiri merupakan sebuah kota industri dengan penduduk 57 ribu jiwa yang ada di Provinsi Halnut, Belgia bagian barat.

Dituturkan sumber yang tidak disebut namanya, seperti dikutip SudInfo, seorang tersangka telah menyerahkan diri ke polisi terkait pembunuhan ini. Namun motif pembunuhan ini masih misterius. Kasus ini tengah diselidiki oleh jaksa setempat sebagai kasus kriminal dan tidak diserahkan kepada penyidik antiterorisme nasional. Belum diketahui apakah ada keterkaitan terorisme dalam kasus ini.

"Saya mengetahui kematian brutal Alfred Gadenne, dengan kengerian. Seluruh pikiran saya tertuju untuk keluarga dan teman-temannya," ucap PM Michel melalui akun Twitternya.  Ucapan belasungkawa mengalir dari para pejabat lain di Belgia. "Mengerikan. Dunia macam apa yang kita tinggali saat ini?" ucap Presiden Parlemen Belgia Bagian Selatan, Philippe Courard, via Twitter.

Polisi mencurigai pelakunya seorang pemuda berusia 18 tahun yang diyakini mendalangi pembunuhan Gadenne. Pembunuhan ini diduga sebagai aksi balas dendam. Seorang jaksa setempat menyatakan seorang remaja putra telah ditangkap, setelah menyerahkan diri kepada polisi. Pemuda yang tidak disebut namanya ini menyerahkan diri di lokasi pada malam hari, usai melakukan aksinya.

Mouscron merupakan sebuah kota industri dengan jumlah penduduk sekitar 57 ribu jiwa yang ada di Provinsi Halnut, Belgia bagian barat. Media lokal Belgia, RTBF, menyebut pelaku yang ditangkap masih berumur 18 tahun. Kepada polisi, remaja ini mengaku melakukan pembunuhan itu untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.

Disebutkan RTBF, ayah pelaku tewas bunuh diri sekitar dua tahun lalu, setelah dipecat sebagai pegawai dewan kota setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut alasan pemecatan itu dan apakah Gadenne sebagai Wali Kota memerintahkan pemecatan itu.

Ucapan belasungkawa mengalir dari otoritas Belgia, termasuk dari Perdana Menteri Chales Michel. "Saya mengetahui kematian brutal Alfred Gadenne, dengan kengerian. Seluruh pikiran saya tertuju untuk keluarga dan teman-temannya," ucap PM Michel melalui akun Twitternya. (Detikcom)
Komentar
Berita Terkini