UKM Produksi Tabo Kopi Sipirok Butuh Rumah Kemasan

Administrator Administrator
UKM Produksi Tabo Kopi Sipirok Butuh Rumah Kemasan
Saut Ritonga
Tabo Kopi Sipirok

Tapsel (Pelita Batak) : Usaha Kecil Menengah (UKM) di sumuran kecamatan Sipirok berhasil memproduksi kopi kemasan yang dipasarkan dengan merk dagang Tabo Kopi Sipirok.

Pengusaha UKM Kopi Tabo Sipirok, Siti Muslihah, Minggu, 20 Agustus 2017 mengatakan, kehadiran rumah kemasan dapat meningkatkan nilai jual produk komoditi unggulan daerah seperti kopi, gula semut dan makanan ringan lainnya.

"Meningkatnya nilai jual otomatis akan menambah income keuntungan bagi masyarakat pelaku ekonomi itu sendiri," ujarnya.

Menurut dia pendapatan ekonomi bisa bertambah apabila produk atau dagangan juga digemari konsumen (laris manis). Nah, untuk meningkatkan daya beli konsumen kwalitas produk perlu terjaga.

Dia sudah sejak lama mengimpikan rumah kemasan. Disamping untuk membutuhi produknya sendiri juga membutuhi produk pelaku ekonomi lainnya di daerah itu.

Kemasan (packaging) penting dan dibutuhkan untuk menarik dan meningkatkan daya beli produk seperti kopi, gula semut makanan ringan lainnya, sekaligus bisa menyaingi pasar.

Tabo kopi sebenarnya punya peralatan mesin untuk kemasan, namun produksinya terbatas. Bayangkan saja Tabo Kopi butuh sekitar 5 ribu lembar kemasan (packaging) untuk kemasan kopi dan gula semutnya, itu di luar menutupi permintaan Simalungun dan Karo.

Untuk dapat menutupi target kemasan, Tabo Kopi kini sudah berhasil membina tenaga kerja 3 rumah tangga di Desa Saba Tolang dan Desa Garoga, Sipirok.

"Sekarang rata rata rumah tangga itu sudah mendapatkan inkam Rp.100 ribu (Rp.500/lembar) hanya dari melipat dan menggunting kertas yang dibalut alluminium foil sebagai bahan untuk kemasan produk kopi dan gula semutnya," terangnya.

Tapi isteri tercinta Bambang Heri Santoso itu yakin pendapatan masyarakat baik pelaku ekonomi atau UKM maupun tenaga kerja akan bertambah apabila rumah kemasan itu hadir.

Tabo Kopi Sipirok yang memiliki cita rasa dan aroma khas sendiri tidak saja diminati dalam negeri dan permintaan pasarnya datang dari berbagai negara uni eropa, Singgapore, Malaysia, Thailand, Filipina, Swiss, Belanda, Australia dan Afrika.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini