Truk BNPB Terbalik Saat Angkut Putra Putri Pengungsi Sinabung

Administrator Administrator
Truk BNPB Terbalik Saat Angkut Putra Putri Pengungsi Sinabung
int|pelitabatak

Karo (Pelita Batak):

Mobil dump truck milik badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) jenis Colt Diesel B 9040 SBO yang setiap harinya dipergunakan untuk mengangkut siswa SD dan SMP warga korban erupsi Sinabung terbalik, di jalan antara Desa Sigarang-garang- Sukanalu Teran, tepatnya ditanjakan perladangan Badiken Desa Sigarang-garang Kecamatan Namanteran, Senin (18/9/2017).

Akibatnya tiga puluhan siswa SD dan SMP mengalami luka-luka dan satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian peristiwa (TKP) akibat terjepit.

Supir mobil diketahui bernama Bram Jeremia Brahmana (29), sempat diamuk warga hingga bonyok. Untuk meyelamatkan nyawanya, maka diamankan ke Kantor Desa Namanteran dan diteruskan ke Polsek Simpang Empat dan begitu juga keneknya bernama Victor juga mengalami luka ringan.

Menurut keterangan dari salah seorang korban, Aji Yudiana Sitepu (16) warga Desa Kutarayat Kecamatan Namanteran menyebutkan, awalnya rombongan anak sekolah berjumlah puluhan orang hendak berangkat dari Desa Kutarayat menuju Berastagi.

Rombongan anak sekolah terdiri dari siswa SD dan SMP ini diungsikan sekolahnya ke kawasan Berastagi. Mereka lantas berangkat dari Desa Kutarayat menuju Berastagi sekitar pukul 12.00 WIB, dengan menggunakan truck bak terbuka layaknya truck pengangkut sampah yang disupiri oleh Bram.

Selanjutnya, saat melintas di sekitar Desa Sigarang-garang, truck yang mereka tumpangi berselisih dengan satu unit mobil jenis Taft Rocky. Akibat kondisi beram jalan sebelah kiri sedikit licin, supir tidak mampu mengendalikan truck dan akhirnya terguling sebanyak tiga kali di beram jalan.

"Ada tiga orang yang tertindih truk, ada juga yang tertindih ban truk," ungkap Aji yang menderita benjolan di bagian kepala dan sejumlah luka lecet pada bagian paha kiri.

Data yang diperoleh dari Direktur Utama (Dirut) RSU Kabanjahe, dr Arjuna Wijaya menyebutkan, sebanyak 36 orang siswa laki-laki menjadi korban dalam insiden ini, termasuk kernet truck. Satu orang meninggal dunia atas nama Boris Yarsim Sidebang (15) warga Desa Kutarayat.

Sementara, kata dia, korban lainnya menderita luka berat dan ringan. Dua orang korban warga Kutarayat atas nama Pinarti Ginting dan Adri Sanjaya Ginting harus dirujuk ke RS Efarina Etaham Berastagi akibat menderita luka yang cukup parah.

"Para korban luka sedang menjalani perawatan di seluruh ruangan RSU Kabanjahe. Kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban, karena seluruh korban menderita berbagai macam luka di bagian tubuh. Apakah akan dilakukan scanning atau rontgen, nanti akan di cek lagi," jelas Arjuna.

Sementara, sesuai informasi yang diperoleh dari sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian menyebutkan, beberapa saat pasca kejadian tersebut, truk pengangkut pelajar tersebut dibakar oleh warga yang emosi atas terjadinya insiden itu.

Tak hanya itu, emosi warga yang kian memuncak turut menghakimi supir truk dengan pukulan bertubi-tubi dan selanjutnya beramai-ramai mengarak truk tersebut dan membuang ke dalam jurang sedalam sekitar 10 meter.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting membenarkan peristiwa nahas tersebut. Menurutnya, saat ini kasus tersebut tengah ditangani Polres Tanahkaro.

"Diperkirakan 40 orang anak mengalami luka-luka dan ada 1 orang meninggal dunia atas nama Boris Sidebang (15) warga Desa Kutarayat semua dibawa ke RSU Kabanjahe dan jumlah serta kondisi korban masih dalam pendataan," ujarnya. (bareskrim)

Komentar
Berita Terkini