Ternyata Toba Pulp yang Beraktifitas di Kawasan Adat Desa Ranggitgit

Administrator Administrator
Ternyata Toba Pulp yang Beraktifitas di Kawasan Adat Desa Ranggitgit
Edward Siregar|facebook
Sungai Siunong-unong, Desa Ranggitgit, Tapanuli Utara
Ranggitgit (Pelita Batak) :
Ternyata, kerusakan lingkungan di kawasan perbukitan sumber air bersih warga Desa Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara akibat aktifitas PT. Toba Pulp Lestari Tbk. Perusahaan pabrik pulp dan kertas ini diduga dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan desa tersebut mengabaikan kelestarian lingkungan.

Selain lahan perbukitan yang terancam rusak, yang merupakan daerah aliran sungai Siunong-unong, tumpukan kayu gelondongan penebangan eukalyptus pun dibiarkan di kawasan ini. Sehingga, dikhawatirkan akan meracuni air yang mengalir di sungai dan yang dialirkan ke perkampungan untuk dikonsumsi warga.

Baca Juga : Warga Desa Ranggitgit Parmonangan Harus Kompak Tolak Perusakan Lingkungan

Sebagaimana disebutkan Edward Siregar, Warga Ranggitgit yang getol menyuarakan perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat adat, Selasa (30/5/2017). "Kini bahkan sudah sekitar 8 bulan, tumpukan kayu itu tetap dibiarkan di sana, apa maksudnya kita tidak tahu," ujar Edward seraya menyebutkan sebelumnya dirinya juga telah dihubungi bataktoday.com terkait permasalahan ini.

Sayangnya, sampai saat ini, PT TPL belum memberikan perhatian serius untuk kekawatiran warga tersebut.

Padahal, tumpukan kayu yang sudah nyaris membusuk itu sudah sangat mengganggu kehidupan warga Masyarakat Adat Ranggitgit.

Edward seolah berkisah, ada janji manis dari pihak PT.TPL, berjanji akan melakukan perbaikan atas kerusakan lingkungan yang menyebabkan tercemarnya Sungai Siunong-unong.

Tapi hingga saat ini, tumpukan kayu dan kondisi sungai semakin memprihatinkan. Pihaknya sangat berharap, akan ada perhatian pemerintah untuk kondisi ini.(Tim)
Komentar
Berita Terkini