Terkait Lahan PLTA, Perusahaan Bersama Aparat Bentrok Dengan Warga

Administrator Administrator
Terkait Lahan PLTA, Perusahaan Bersama Aparat Bentrok Dengan Warga
Saut Ritonga
Aparat keamanan turun ke lokasi bentrok

Tapsel (Pelita Batak) :  Kegiatan pembebasan lahan yang akan dilakukan pengukuran di Dusun Gunung Hasahatan, Desa Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ditolak warga dan sempat menimbulkan kericuhan, Kamis 24 Agustus 2017.

Kuasa hukum warga Bangun Siregar,SH mengatakan informasi yang ia dapat dari warga, insiden tersebut terjadi saat pihak PT NSHE (kontraktor proyek PLTA) bersama BPN Tapsel yang mendapat pengawalan dari aparat keamanan hendak melakukan pengukuran dan pematokan di Dusun Gunung Hasahatan, Sipirok, Tapsel, Kamis sekitar pukul 10.00 WIB. 

Kegiatan itu katanya, ditentang warga sebab ada kesepakatan sebelum permasalahan ganti rugi yang dituntut kembali belum diselesaikan, pihaknya tidak mengizinkan adanya kegiatan oleh pihak perusahaan di lokasi tersebut.

Sudah ada selama dua bulan warga menjaga lokasi itu, dan mereka menolak untuk dilakukan eksekusi sebelum ada ganti rugi yang jelas yang selama ini masih diperjuangkan.

Namun pihak dari PT NSHE bersama BPN dan sejumlah aparat tetap memaksa melakukan kegiatan, sehingga terjadi perdebatan yang berujung kericuhan.

*Informasinya warga sempat mendapat aksi pemukulan oleh oknum yang memaksa warga, dan akibatnya ada yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit," tegasnya dan mengaku ada sekitar 60 warga yang saat itu melakukan aksi.

Bangun menjelaskan, sebagai kuasa hukum yang sah dan dipercaya warga untuk membela hak-hak warga yang selama ini diperjuangkan, insiden tersebut sangat tidak pantas terjadi. Apalagi, sampai menimbulkan kericuhan dan pemukulan.

"Kita sudah sepakati, sebelum ada kejelasan terkait hal-hal yang dituntut warga, segala kegiatan yang berhubungan dengan PLTA untuk sementara dihentikan. Dan ini sudah dilanggar," ujarnya kesal.

Ia menegaskan, akibat insiden tersebut ujungnya warga yang menjadi korban. Dan hal itu sangat bersebrangan dengan Nawa Cita Presiden Jokowi.

Meski tujuannya pembangunan, namun harus ada keseimbangan. Artinya, jangan sampai merugikan warga dan menimbulkan konflik sosial.

Sementara itu, dari pihak PT NSHE, aparat keamanan dan Pemkab Tapsel yang dicoba untuk mendapatkan informasi terkesan ditutupi. 

Camat Sipirok Sardin Hasibuan mengaku, kegiatan pembebasan untuk melakukan pematokan di lahan yang akan dijadikan lokasi proyek PLTA tersebut berlangsung aman.

"Memang sempat ada yang pingsan, namun itu dikarenakan kondisi cuaca yang panas. Tapi soal yang dibawa ke rumah sakit saya tidak tahu," kilahnya dan mengaku ikut turun ke lokasi saat itu. (Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini