Tahanan Polsek Batangtoru Tewas Disebut Gantung Diri

Administrator Administrator
Tahanan Polsek Batangtoru Tewas Disebut Gantung Diri
Saut Togi Ritonga
Istri dan keluarga alm Rifzal

Tapsel (Pelita Batak) : Rifzal Riandi Siregar (25) warga Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, ditemukan tewas gantung diri di ruang tahanan Mapolsek Batangtoru, Minggu 3 September 2017 sekira pukul 21.20 WIB.

 

Rifzal sendiri diketahui mendekam sejak Minggu malam 27 Agustus 2017 pekan lalu, setelah berantam dan memukul oknum polisi bernama Fadli di Desa Napa.

Peristiwa yang berlangsung sekira pukul 23.00 Wib itu terjadi ketika pria yang baru dianugerahi seorang putri itu, mabuk dan tak bisa mengendalikan diri serta menghalangi jalan oknum polisi tersebut.

"Sejak saat itulah dia ditangkap. Dia ditahan sama kawannya (oknum polisi, red) yang datang empat orang. Kami sudah mau berdamai, tapi polisi itu tidak mau," kata Santi Mendrofa (23), istri korban yang tengah menggendong putrinya berusia 3 Minggu ditemui wartawan, Senin 4 September 2017.

Pada kematian korban, sesungguhnya yang menjadi penyesalan bagi keluarga adalah, mereka baru mendapat kabar Senin pagi 4 September 2017 sekira pukul 04.00 WIB. Mereka tidak lagi sempat melihat tempat kejadian perkara yang berada di dalam sel tahanan markas Polsek tersebut.

Santi pun begitu terpukul. Apalagi dia tidak bisa membela suaminya, karena kondisinya yang baru melahirkan dan masih lemas. Dia menyerahkan sepenuhnya pengurusan kasus kematian suaminya pada abang iparnya bernama Rifki Syawali Siregar.

Rifki adalah anak pertama dari empat bersaudara, dan korban merupakan anak kedua dari keluarga Almarhum A Siregar dan Yenni Hanum (49). Kondisi  Rifki tampak lebih tegar. Namun sepenuhnya ia menolak klaim polisi yang menyebut korban tewas karena bunuh diri. Dia menduga ada kekerasan sebelumnya yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Rifki pun sangat panik. Bahkan, sesekali ia melampiaskan emosinya dengan berteriak atau memukul sesuatu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, tempat jenazah korban divisum. Apalagi kasus ini, menurutnya tidak mendapat respon baik dari pihak kepolisian saat ia beriktikad agar adiknya itu diautopsi.

"Saya maunya ini diselidiki terus bang sampai tuntas. Adikku juga harus diotopsi," keluhnya dan ia mengaku bingung, langkah apa dan kelengkapan apa yang diperlukan dalam pelaksanaannya.

Kebingungannya semakin membuncah saat mendapat kabar dari sang ibu di rumah duka di Desa Napa, telah didatangi pimpinan Polsek Batangtoru, yang kemudian memintanya untuk memulangkan jenazah segera ke rumah duka.

"Saya tidak bisa melawan ibu. Tapi biar semua kita tenang, ini harus diautopsi. Daripada nanti bongkar lagi setelah dimakamkan," keluhnya yang disampaikan pada Etek/Bibinya, Resma yang sedari awal mendampinginya.

Di rumah sakit itu sendiri, ada Wakapolsek Batang Toru Iptu A Daulay dan Kanit Reskrim Ipda S Naibaho. Namun keduanya tidak dapat berkomentar dan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan pimpinannya di Polsek maupun Polres Tapsel.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini