Sudah Menikah, Staf BPN Taput Mengaku Selingkuh

Administrator Administrator
Sudah Menikah, Staf BPN Taput Mengaku Selingkuh
Ist
Pagar Manurung (ASN Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Taput) bersama Sumita Panggabean ketika mereka berpacaran.

Tarutung(Pelita Batak): Sungguh miris apa yang dilakukan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tapanuli Utara ini. Mengapa tidak, pria yang sudah beristri berani melakukan perselingkuhan dengan seorang wanita.

 

Hal ini diketahui saat media ini mengunjungi kediaman Sumita Panggabean (korban selingkuh ASN BPN Taput, red). 

 

Sumita Panggabean dalam keterangannya menjelaskan jika mereka ketemu dan menjalin hubungan mulai dirinya SMA Kelas II. 

 

"Kalau seingat saya hubungan kami kurang lebih 8 tahun, saya tidak tahu jika Pagar Manurung sudah mempunyai istri", bebernya.

 

Boru Panggabean ini menambahkan jika hubungan mereka sudah begitu akrab, Pagar Manurung sudah sering menginap di rumah orang tua saya, dan kami tidak curiga sama sekali. 

 

"Saya hanya minta pertanggungjawaban Pagar Manurung atas perlakuan dirinya kepada saya dan keluarga. Harga diri saya dan keluarga sudah dipermalukan. Saya tidak minta supaya di nikahi, karena dia sudah mempunyai istri dan anak", ucapnya sedih.

 

Terpisah, Pagar Manurung yang merupakan ASN Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tapanuli Utara ketika dikonfirmasi di ruangannya membenarkan jika dirinya selingkuh dengan Sumita Panggabean. Namun, dirinya membantah sudah melakukan hubungan perselingkuhan tersebut 8 tahun.

 

"Saya pernah memberitahukan jika saya sudah mempunyai istri. Dan uang saya pun sewaktu Sumita Panggabean kuliah pernah dipinjam untuk keperluannya", ujarnya.

 

Staf Bagian Pengukuran Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tapanuli Utara ini juga menambahkan persoalan ini sudah dijembatani oleh orang tua atau sekitar bulan April 2017 yang lalu, namun tidak ada titik temunya.

 

"Keluarga saya sudah pernah melakukan pertemuan di kediaman orang tua Sumita, untuk menyampaikan permohonan maaf, namun keluarga menolaknya", kilah bapak beranak empat ini. (TIM)

Komentar
Berita Terkini