Seorang Wartawan Elektronik di Tobasa Dianiaya Rekanan Pemborong Saat Meliput Proyek Pengaspalan

Administrator Administrator
Seorang Wartawan Elektronik di Tobasa Dianiaya Rekanan Pemborong Saat Meliput Proyek Pengaspalan
Freddy Hutasoit
Prengki Silitonga saat mengadu ke Polsek Laguboti

Tobasa(Pelita Batak): Prengki Silitonga, seorang wartawan TV Swasta ini mengalami penganiayaan saat meliput proyek pengaspalan di Desa Lumbanbinanga Kecamatan Laguboti, Selasa 1 November 2017 pukul 22:00 WIB. Pelaku penganiayaan berinisial PS, yang merupakan pemborong di Pemkab Tobasa.

"Ini bermula saya mendapat telepon dari warga, bahwa ada melakukan pengaspalan pada tengah malam dan itu pun pada hujan deras. Saat itu saya langsung meluncur dengan mengendarai sepeda motor,dan sesampai di lokasi, langsung mengambil gambar pada saat mengaspal turun hujan tanpa ada berbicara di lokasi dengan siapa-siapa," ujarnya.

Selanjutnya Prengki Silitonga disambangi oleh PS dan menanyakan," Dalam rangka apa kedatanganmu dan kenapa kamu ambil gambar pengaspalan ini serta tunjukkan dulu KTA".

Setelah Prengki Silitonga menunjukkan KTA saya,PS menurut korban langsung mengatakan,"Ini dia wartawan babi ,dan wartawan babi ini",dan selanjutnya PS langsung memukul rahangnya dibantu ada seorang anggotanya memukul rusuk korban dengan keras.

"Selanjutnya saya terpental ke persawahan sambil berteriak minta tolong,dan langsung malam itu saya membuat Laporan  ke Polsek Laguboti," jelas Prengki Silitonga.

Kapolsek Laguboti AKP Osben Simanjuntak saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan seorang wartawan TV Prengki Silitonga atas pemukulan yang di lakukan seorang rekanan pemborong inisial PS. "Saat ini masih tahap pemeriksaan saksi dari pihak pelapor Prengki Silitonga," ujarnya.

Sejumlah wartawan di Tobasa mengecam sikap PS yang melakukan pemukulan kepada jurnalis yag sedang bertugas, UU Pers Nomor 40 1999 melindungi wartawan dalam melaksanakan peliputan.(FH)

Komentar
Berita Terkini