Prodi Seni Musik Harus Dorong Budaya Batak Sebagai Aset Nasional dan Global

Administrator Administrator
Prodi Seni Musik Harus Dorong Budaya Batak Sebagai Aset Nasional dan Global
ist|Pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Program Studi (Prodi) Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas HKBP Nommensen harus mampu mendorong kekayaan budaya Batak (local wisdom) sebagai aset nasional dan global sebagai salah satu out come dari Tridarma Perguruan Tinggi di lingkungan UHN.

Hal itu ditegaskan Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau didampingi oleh Wakil Rektor IV Dr. Hilman Pardede, M.Pd, Wakil Rektor II Drs. Charles M Sianturi, MSBA, dan Dekan FBS Dra. Rotua Panagribuan, M.Hum saat wawancara khusus dengan Calon Ketua Program Studi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni atas nama Dra. Emmi Simangunsong, MA di ruang Kerja Rektor UHN, Rabu (18/10/2017).

Sebagaimana yang dikatakan oleh Rektor, salah satu visi dan misi UHN adalah menjadikan budaya Batak sebagai salah satu aset nasional dan global karena budaya Batak sangat kaya dengan berbagai filosofi hidup yang bisa jadi penopang sistem sosial bangsa ini.

"Dengan budaya Batak masyarakat diajak untuk hidup harmonis dengan siapa saja, dituntut untuk jadi manusia pekerja keras, hormat kepada sesama, pribadi yang santun, punya visi kedepan. Untuk itu, apa yang harus dilakukan oleh FBS dan kaprodinya adalah sebuah tantangan bagi Civitas Akademica UHN," tegas Rektor UHN lagi.  

Saat ini "NHU Goes international" adalah tagline kita dan semua Prodi harus menyesuaikan visinya dengan tagline ini mengingat globalisasi sebuah situasi yang tidak mungkin bisa kita hindari, tegas Rektor lagi. Sehubungan dengan itu, Nommensen  telah  mengirimkan 70 mahasiswanya ke berbagai perguruan tinggi ternama di Taiwan, Korea Selatan, Malaysia dan Cheko sejak 3 Februari 2016 yang lalu untuk kuliah selama satu semester atau praktek lapang di sana.  Pada saat yang sama, mahasiswa luar negeri juga kuliah di UHN.

"Selain itu, UHN juga telah memfasilitasi para alumni untuk memeroleh beasiswa S2 di luar negeri.  Sebanyak 18 orang alumni UHN telah kita berangkatkan ke program S2 di Taiwan," tambah Rektor.  

Sementara WR IV Dr. Hilman Pardede, M.Pd lulusan Doktor Lingustik USU ini mengatakan, setiap kaprodi di UHN harus melewati tahapan wawancara karena Prodi adalah ujung tombak untuk membangun UHN ini, tegas WR IV ini. Wawancara ini juga bertujuan untuk membangun tata kelola UHN yang terukur dimana dengan adanya wawancara ini kita harapkan Prodi punya visi dan misi yang sama dengan visi dan misi UHN.

"Dengan demikian, pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di UHN bisa terukur dengan baik sesuai standard mutu mengikuti arahan Kemristekdikti," tegas Dr. Hilman Pardede lagi. 

   

WR IV Dr. Hilman Pardede, MPd juga menambahkan Perkembangan positif lainnya di UHN adalah bertambahnya program studi yang memperoleh akreditasi B sehingga sekarang terdapat sebanyak 27 Program studi yang memiliki  akreditasi B. Kita menargetkan semua program studi yakni 31 prodi setidak-tidaknya berakreditasi B pada akhir tahun 2018, dan 5 diantaranya berakreditasi A.

"Pada tanggal 23 Mei 2017,  UHN terakreditasi B, yaitu AIPT. Kedepan Prodi Seni Musik harus bisa A," tegas WR IV ini lagi. 

Dra. Emmi Simangunsong, MA mengatakan, akan berupaya maksimal untuk melakukan yang terbaik demi peningkatan mutu dan pelayanan akademik kepada mahasiswa di tingkat prodi  yang sesuai dengan visi dan misi UHN, tegas Emmi. 

"Kerja keras, integritas adalah kata kunci keberhasilan Prodi Seni Musik nantinya menjadikan budaya Batak sebagai asset nasional dan global," tegas Emmi lagi optimis.(*)

Komentar
Berita Terkini