Pospera Kota Padangsidimpuan Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Administrator Administrator
Pospera Kota Padangsidimpuan Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
Saut Ritonga
Sosialisasi empat pilar

Padangsidimpuan (Pelita Batak) : DPC Pelopor Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Padangsidimpuan menggelar sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan bagi seluruh Pelajar tingkat SLTA sedarajat dan SMP baik Negeri maupun Swasta di Kota Padangsidimpuan.

Sosialisasi untuk SMA sederajat dilaksanakan 30 Oktober 2017 dan untuk SMP sederajat 31 Oktober 2017 bertempat di Gedung Nasional Adam Malik Kota Padangsidimpuan.

Acara pembukaan yang dilaksanakan Senin 30 Oktober 2017 dihadiri  Dandim 0212/RS Letkol Azhari selaku Nara Sumber, Ketua DPRD Taty Ariyani Tambunan,SH Timbul Lubis dari Kesbang Kota mewakili Walikota Padangsidimpuan.

DPC Pospera Kota Padangsidimpuan Willy Marondang mengatakan kegiatan ini di fokuskan untuk seluruh siswa SMA/SMP sedarajat Negeri dan Swasta dengan tujuan agar para pelajar benar-benar memahami isi 4 pilar kebangsaan dan diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari harinya.

Hal senada juga diungkapkan Dakka Situmeang yang juga fungsionaris Pospera Kota Padangsidimpuan yang berharap pelajar menjadi penggerak penguatan 4 Pilar Kebangsaan di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Ketua DPD Pospera Sumatra Utara Liston Hutajulu menyebutkan bahwa empat Pilar Kebangsaan sangat perlu disampaikan kepada pelajar sebab Peran Empat Pilar Kebangsaan dalam membentuk karakter bangsa terlebih Karakter merupakan salah satu materi pelajaran yang sekarang ini ditekankan kepada pelajar.

"Karakter adalah  nilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpateri dalam diri dan terjawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan," ujarnya.

Dandim 0212/TS  Letkol Azhari  dalam paparannya  mengatakan, sekarang ini banyak permasalahan yang dihadapi Bangsa  dikarenakan kurangnya pemahaman dari nilai nilai  yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika.

"Kemajemukan yang ada di Indonesia seharusnya merupakan kebanggaan. banyak suku, Agama, Kebudayaan, Bahasa dan lainnya adalah sebuah  kekayaan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Karakter bangsa adalah  kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas-baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku  berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang," katanya.

Karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Indonesia yang khas-baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku  berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen terhadap NKRI.

"Pelajar sebagai generasi penerus sangat diharapkan menjadi pemegang tongkat kepemimpinan dimasa yang akan datang, karena itu 4 Pilar Kebangsaan ini perlu dipahami,dicamkan dan yang penting diiplementasikan dalam hidup sehari-hari baik disekolah,didalam keluarga juga di masyarakat," katanya.

Selanjutnya, pelajar dapat memahami beberapa sikap yang mencerminkan karakter bagsa di antaranya saling menghormati dan menghargai, adanya rasa kebersamaan dan tolong menolong, berperilaku dan bersikap mengambarkan nilai keagamaan berbudaya, taat hukum dan menjaga persatuan dan Kesatuan.

Herliana,salah seorang guru yang mendampingi siswanya dalam sosialisasi mengungkapkan sangat mendukung gerakan Pospera Kota Padangsidimpuan membuat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sebab pembangunan karakter berbangsa bukan hanya tanggung jawab guru ketika memberikan pengajaran di sekolah.

"Kita sebagai guru sangat menyesalkan jika ada orang-orang yang ingin menciptakan ketidakharmonisan di NKRI yang berdasarkan bhineka Tunggal Ika," ujarnya. (Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini