Pertemuan Cipayung Plus dengan Effendi Simbolon Usik Sumut?

Administrator Administrator
Pertemuan Cipayung Plus dengan Effendi Simbolon Usik Sumut?
ist|Pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Plt Presiden Mahasiwa UIN- SU menyayangkan pernyataan kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Sumut dan terkesan ikut serta terlibat dalam politik praktis pilkada Sumut.

Secara falsafahnya gerakan mahasiswa ialah gerakan intelektual yang mempunyai visi misi yang jelas dalam konten pembangunan dan kemajuan dari sudut politik serta ekonomi yang menitik beratkan kepada kepentingan masyarakat. Kemudian gerakan mahasiswa bergerak atas dasar kebenaran dan menjaga independensinya (tidak berpihak kepada kepentingan kelompok tertentu). Seperti mengutip dari buku syekh husain alatas (1977) dgn judul INTELEKTUAL MASYARAKAT MEMBANGUN. Definisi intelektual "Orang yang memusatkan idea dan masalah, bukan kebendaan dengan menggunakan kemampuan akhiliahnya"

Namun dalam realitanya yang terjadi, gerakan mahasiswa hari ini telah berada di persimpangan jalan. Mereka bingung untuk menjelaskan identitas gerakannya antara gerakan intelektual atau menjadi gerakan penyokong kepentingan politik tertentu,  kita tidak menemukan lagi sebuah gerakan mahasiswa yang benar-benar murni yang di latarbelakangi semangat mulia  untuk menciptakan sebuah perubahan di tengah-tengah masyarakat.

"Saya sebagai plt Presiden Mahasiswa UIN-SU dan sekaligus aktivis Himpunan Mahasiwa Islam menyayangkan pernyataan dari kawan-kawan gerakan mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus Sumut pada hari Sabtu 2/9/2017 di hotel Santika Diandra dengan topik "Quo Vadis Pembangunan Sumatera Utara" yang di hadiri anggota DPR RI Efendi Simbolon yang juga berhasrat ingin maju menjadi Gubernur Sumut," ujar Muhammad Mas'ud Silalahi plt Presiden Mahasiswa UIN-Su.

Menururnya, semestinya mahasiswa cipayung yang harusnya bicara pembangunan Sumut dengan nilai nilai intelektualnya karena rasa tanggung jaawab dengan melihat kondisi Sumatera Utara hari ini, tapi itu tidak terjadi. 

"Malah saya melihat pernyataan yang keluar dari temen temen adalah pernyataan yang tendesius mengarah ke kepentingan politik tertentu seperti mengajak untuk menghadang, menghalangi seseorang untuk ikut serta dalam pilkada kemudian menjustifikasi seseorang itu sebagai pemimpin yang korup, dan curang  yg tidak jelas kebenarannya," ujarnta.

Terlebih, lanjutnya, kegiatan dihadiri oleh anggota DPR RI Effendi Simbolon yang berhasrat ingin maju jadi Gubernur Sumut. "Nilai kritis temen temen cipayung yang hadir di diskusi yang menghadirkan anggota DPR RI Effendi Simbolon itu di pertanyakan sepertinya tidak ideal lagi," katanya.

Dikatakan, bicara demokrasi harusnya tidak boleh menghalangi menghadang seseorang untuk berpartisipasi ikut pilkada. Memimilih dan dipilih itu adalah hak konstitusional sebagai warga negara. Mahasiswa sebagai penjaga pintu gerbang demokrasi harusnya bisa mengawal itu. Bukan malah merusak sistem demokrasi yang selama ini kita perjuangkan.

Sebagai Plt Presiden mahasiswa UIN-SU ia mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk sama sama mengawal dan menjaga kondusifitas Sumatera Utara. 

"Jangan sampai kita sebagai mahasiswa di manfaatkan oknum oknum tertentu untuk kepentingan politik mereka dalam pilkada ini yang bisa mengacaukan kondusifitas Sumatera Utara," katanya. (TIm) 

Komentar
Berita Terkini