Pernyataan Sikap Baitul Muslim Indonesia Atas Peristiwa yang Terjadi di Myanmar

Administrator Administrator
Pernyataan Sikap Baitul Muslim Indonesia Atas Peristiwa yang Terjadi di Myanmar

Medan (Pelita Batak):

Baitul Muslim Indonesia menyebutkan tindakan penembakan terhadap kaum Muslimin Rohingya dan memaksa untuk eksodus secara besar-besaran melintasi perbatasan Banglades, merupakan tindakan biadab yang tidak boleh ditolerir oleh masyarakat internasional. 

Hal tersebut sangat bertentangan dengan norma semua agama, telah melukai perasan umat Islam se Dunia termasuk di Indonesia.  

Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya aksi kebiadaban militer Myanmar yang telah melakukan penembakan brutal tanpa belas kasihan terhadap kaum Muslimin Rohingya.

"Aksi biadab tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang telah melanggar Hak-Hak Asasi Manusia dan hukum internasional lainnya. Oleh karenanya, pemerintah Miyanmar harus mendapatkan sanksi-sanksi dari dunia Internasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Ketua Umum Hamka Haq dan Sekretaris Umum Nasyirul Falah Amru dalam pernyataan sikapnya, Kamis (31/9/2017).

Piahknya mendesak kepada Badan Dunia Persatuan Bangsa-Bangsa dan khususnya Pemerintah Republik Indonesia untuk selalu membela hak-hak Muslim Rohingya sebagai warga negara yang sah bagi Miyanmar, memberi bantuan dan senantiasa ikut pro-aktif dalam menciptakan perdamaian lintas agama di Miyanmar.

Kemudian, juga mengimbau kepada lembaga-lembaga internasional: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ASEAN, Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan lain-lainnya, untuk memberi tekanan yang memaksa Rezim yang berkuasa di Myanmar agar menghormati dan menjunjung tinggi Hak-Hak Asasi Muslim Rohingya untuk dapat melangsungkan hidup secara layak dan normal di Myanmar yang adalah negaranya sendiri. 

Melihat kondisi ini, PP Baitul Muslimin Indonesia mendesak kepada Badan Dunia PBB dan lembaga yang berwenang untuk mencabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, jika Pemimpin Myanmar itu tidak dapat mewujudkan secara konkret perdamaian lintas agama di negaranya, dan tetap membiarkan kezaliman militernya terhadap Muslim Rohingya.  

Serta Badan Dunia PBBB dan Mahkamah Internasional untuk membentuk Tim Pencari Fakta yang independen guna mengusut kezaliman militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya. 

Segenap negara anggota ASEAN diminta untuk mendesak Myanmar memberi perlindungan bagi warga negaranya tanpa diskriminasi, termasuk Muslim Rohingya, dalam rangka tetap memelihara hubungan harmonis antarnegara ASEAN yang warganya sangat majemuk dalam hal agama dan budaya. (Rel)

Komentar
Berita Terkini