Pembenahan Geopark Kaldera Toba Dikebut, Kejar Ketertinggalan

Administrator Administrator
Pembenahan Geopark Kaldera Toba Dikebut, Kejar Ketertinggalan
TAp|PelitaBatak
Ketua Kelolpok Pakar Geopark Kaldera Toba, Dr RE Nainggolan MM saat memberikan tanggapan dalam rapat
Medan (Pelita Batak) :
Tim percepatan pengusulan Geopark Kaldera Toba menuju Global Geopark Network Unesco terus mengejar pengerjaan pembenahan sesuai dengan rekomendasi tim Unesco. Gerak cepat tim dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas sangat dibutuhkan.

Khususnya dalam penyesuaian dossier dengan kondisi di lapangan. Bukan hanya berhenti di sana, namun lebih kepada perwujudan sebuah kawasan geopark yang dikelola dengan manajemen dan hasilnya berdampak kepada masyarakat sekitar.

Seperti disampaikan Ketua Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Alimin Ginting dalam Rapat Perumusan Langkah Percepatan Tindak Lanjut Rekomenasi Unesco dalam Penyusunan Dossier Geopark Kaldera Toba Menuju Unesco Global Geopark di ruang Beringin lt VIII Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Senin (5/6/2017).

"Dikatakan sebuah kawasan taman bumi, ketika sumberdaya alam yang yang maha dahsyat dikelola dengan benar dan memberikan dampak kepada masyarakat sekitar," ujar Alimin.

Karena menurutnya, assesor dari Unesco juga ingin melihat dampak yang sudah terjadi di lokasi geosite. Dimana Kaldera Toba difokuskan pada empat geoarea dan 16 geosite.

Dalam rapat yang dipimpin Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Hidayati itu, juga hadir Ketua Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba Dr RE Nainggolan MM, yang juga menekankan agar tim bekerja ekstra. Mengingat waktu yang terus berjalan.

Dia menegaskan, agar Wakil Gubernur Sumut selaku pelaksana harian tim percepatan untuk langsung turun ke kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba. Melakukan pemetaan penataan yang perlu dilakukan. Sehingga masing-masing memahami apa yang harus dilakukan.

Dengan demikian, diharapkan akan bisa secara paralel berjalan antara pembenahan di lapangan dan pengerjaan dossier yang akan diajukan pemerintah pusat ke Unesco. Hal itu juga diamini oleh anggota Kelompok Pakar lainnya, Mauritz Pasaribu.

Hadir dalam rapat Kepala Dinas Perhubungan Sumut Anthony Siahaan, perwakilan dinas pariwisata dan yang lainnya. (TAp)
Komentar
Berita Terkini