Pasokan 3000 Tabung Per Hari, Gas Elpiji Bersubsidi Langka di Padangsidimpuan

Administrator Administrator
Pasokan 3000 Tabung Per Hari, Gas Elpiji Bersubsidi Langka di Padangsidimpuan
Saut Ritonga
Elpiji langka

Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Walau pasokan tabung gas elpiji tidak ada perubahan mencapai 3000 tabung per hari, namun kenyataannya kelangkaan gas bersubsidi terus berlangsung di kota Padangsidimpuan dan bila pun ada, harga jual kepada warga di atas Harga Eceran Tertinggi.

Anehnya, pertamina sebagai pihak penyalur mengaku tidak ada melakukan pengurangan pasokan. Jumlah tabung gas elpiji yang didistribusi masih seperti biasa.

Humas Pertamina Wilayah Sumbagut Arya Dwi Chandra, saat dikonfirmasi mengenai kelangkaan gas 3 kg yang terjadi di wilayah Tabagsel mengaku, pihaknya tidak ada melakukan pengurangan distribusi. Bahkan, jumlah pasokan masih berjalan seperti biasa.

"Sampai saat ini, penyaluran (elpiji 3 kg,red) masih normal sesuai dengan kuota dari pemerintah," jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu 27 Agustus 2017.

Chandra menjelaskan, adapun jumlah kuota pendistribusian masing-masing wilayah di Tabagsel setiap harinya sebanyak 18.700 tabung per hari. "Padangsidimpuan 3.000 tabung per hari, Tapsel 5.650 tabung per hari, Paluta 3.300 tabung per hari, Palas 2.000 tabung per hari dan Madina 4.750 tabung per hari," urainya.

Namun, saat ditanya mengenai kelangkaan dan tingginya harga beli terhadap gas subsidi tersebut, dan bertolak belakang dengan kondisi yang ada, ia mengaku pihaknya (Pertamina) sebagai penyalur hanya mendistribusikan melalui lembaga resmi yaitu agen dan pangkalan.

"Jadi bukan pengecer, pertamina menyalurkan hanya melalui lembaga resmi yaitu agen dan pangkalan dengan harga yang ditetapkan Pemda, sesuai Hargea Eceran Tertinggi (HET) berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per tabung," ungkapnya.

Ditanya terkait isu yang berkembang di masyarakat, soal akan adanya penarikan gas subsidi oleh pemerintah, Chandra tidak dapat menjelaskannya. Menurutnya, Pertamina merupakan operator yang bergerak untuk menyalurkan kebutuhan BBM dan elpiji ke masyarakat.

"Segala kebijakan saat ini dan kedepan merupakan kewenangan pemerintah dalam hal ini kementerian ESDM, kementerian BUMN dan pemerintah daerah," jelasnya.

Dia juga mengimbau, kepada masyarakat jika ada menemukan penyimpangan ataupun keluhan terkait pelayanan elpiji, bisa menyampaikannya langsung. "Apabila ada keluhan terhadap pelayanan elpiji,  masalah kekurangan dan keluhan lainnya, masyarakat dapat menghubungi kontak pertamina di 1-500-000 atau melalui website www.pertamina.com," pungkasnya.

Belum diketahui pasti apa penyebab kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di wilayah Kota Padangsidimpuan, namun akibat dari kelangkaan tersebut harga beli melonjak drastis hingga Rp25 ribu per tabung.

Bahkan, karena banyak warga yang mencari, meski dengan harga yang tinggi, mau tidak mau gas subsidi itu harus dibeli. "Ini kebetulan barusan diantar, dan hanya beberapa tabung yang ada. Harganya juga tinggi, karena dari sana (orang yang memberi) sudah tinggi juga," sebutnya.

Hal yang sama juga diakui oleh pedagang gas eceran lainnya, meski harga tinggi, gas subsidi tiga kilogram tetap saja dicari dan dibeli. "Masalahnya, sudah harga tinggi barang pun tak ada. Jadi serba sulit. Saya pernah tanya apa penyebabnya, jawaban dari pangkalan karena pasokan sulit," sebut pemilik toko kelontong di dekat pusat kota ini.

Dari harga Rp25 ribu yang dijual kembali ke warga, ia membeli dari pihak pangkalan sudah berada di atas Rp20 ribu per tabung. Padahal, harga gas subsidi tersebut hanya Rp18 ribu hingga Rp19 ribu.

"Bagaimana kita mau jual harga normal, sedangkan pengambilan saja sudah tinggi. Dan kondisi ini sangat membuat banyak warga kesulitan," katanya dan berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menyikapinya.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini