Panitia HUT ke-60 GBKP Kemenangan Tani Audiensi dengan Dr RE Nainggolan MM

Administrator Administrator
Panitia HUT ke-60 GBKP Kemenangan Tani Audiensi dengan Dr RE Nainggolan MM
tap|pelitabatak
Dr RE Nainggolan MM foto bersama dengan rombongan panitia yang dipimpin Mindawati Peranginangin PhD

Medan (Pelita Batak):

Panitia Perayaan HUT ke-60 GBKP Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan, dipimpin Mindawati Peranginangin PhD melakukan audiensi dengan Tokoh Masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan MM. Panitia menyampaikan rencana perayaan ulang tahun yang akan dirayakan secara besar-besaran.

Mindawati Peranginanfin PhD didampingi Ketua Panitia Febrina Christine Monica Br Ginting, Bendahara Anastasia Stefani Br Surbakti, Kordinator Seksi Dana Kenca Sembiring, Firdaus Peranginangin SH, Ketua Moria Terkelin Erihtana Br Tarigan, Sekretaris Mamre Roy Dedy Ginting, Seksi Dokumentasi Jhon Meliala dan Surya Bangun, Jumat (22/9/2017).

Pada kesempata  itu, Mindawati Peranginangin PhD menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan HUT ke-60 ini lebih melibatkan generasi muda dalam kepanitiaan. Tujuannya adalah untuk mendorong generasi muda memahami dan turut serta dalam pelayanan di lingkungan gereja.

"Selain meminta arahan, kami juga mengundang Bapak Dr RE Nainggolan untuk hadir di acara yang akan kita lakukan nantinya," katanya.

Mindawati Peranginangin menjelaskan maksud dan tujuan  kedatangan panitia untuk menyampaikan undangan HUT ke-60 GBKP Kemenangan Tani yang akan digelar pada, Minggu 1 Oktober 2017, yang akan digelar secara besar-besaran tersebut

Dr RE Nainggolan MM sangat mengapresiasi GBKP dalam hal menggerakkan generasi muda. Khususnya berbagai kegiatan yang mengangkat pemuda/pemudi dalam segala aspek. "GBKP memang saya lihat selama ini sudah lebih unggul dalam membina pemuda dibanding gereja lain," ujarnya.

Juga disebutkannya bahwa sudah saatnya gereja mendorong generasi muda untuk memahami konsep dan wawasan kebangsaan. Namun yang paling penting adalah, bagaimana meningkatkan karakter dan moralnya. "Namun jangan kemudian jadi egoistis, merasa hanya gerejanya yang paling benar," ujarnya.

Sudah saatnya menurut RE Nainggolan, gereja kembali kepada tujuannya. Menjadi lembaga yang mampu menopang perekonomian warganya serta menjadi lsmbaga ombudsman bagi jemaatnya.(TAp)

Komentar
Berita Terkini