Pak Jokowi!! Lihat Proyek Irigasi di Huta Lumban Sapa Desa Nagasaribu Amburadul

Administrator Administrator
Pak Jokowi!!  Lihat Proyek  Irigasi  di Huta Lumban Sapa Desa Nagasaribu Amburadul
Abed Ritonga
Proyek irigasi yang amburadul

Oleh: Abed Ritonga, Wartawan Pelita Batak

Masyarakat sebagai pengguna pembangunan selalu berharap apa yang dikerjakan dalam proyek pemerintah dampaknya bisa dirasakan lama. Sebab jelas peruntukan semata dalam pembangunan, selain kewajiban pemerintah itu sendiri, tentunya tidak terlepas dari rakyat atau masyarakat juga diwajibkan membayar pajak dalam keberlangsungan suatu pembangunan.

Apa daya kalau pekerjaan pemerintah yang terkesan asal jadi atau amburadul. Dengan minimnya mungkin pengawasan oleh dinas terkait hingga pembanguan proyek irigasi yang terletak di Huta Lumban Sapa Desa Nagasaribu terlihat asal jadi.

Anggaran yang menelan biaya fantastis ini, terlihat dari segi pondasi dan bagian dindingnya sudah terkelupas. Pada sudut atas tembok juga nampak terkupak-kapik dan retaknya dinding sudut penahannya pun bisa dilihat dengan jelas. Lengkap sudah dipastikan proyek ini akan lebih hancur lagi dalam waktu dekat. Alasannya sederhana karena baru saja selesai dikerjakan sudah terlihat dan sangat tampak hancur apalagi sudah dioptimalkan peruntukannya oleh warga setiap hari.

Warga setempat R Nababan, mengaku kecewa setelah melihat pembangunan PUPR Humbanghasundutan ini. Ia menyebutka  kalau tidak ada inisiatif dari Pemkab Humbanghasundutan yang membidangi anggaran origasi ini untuk melakukan tindakan cepat atau pembongkaran maka dipastikan bakal sia-sia sudah harapan warga desanya menerima manfaat pembangunan irigasi ini.

"Bayangkan lae, anggarannya Rp 815.100.000. Dengan kualitas seperti itu, kesannya Dinas PUPR apa tutup mata melihat kegiatan ini. Jangan sempat dibiarkan dan tidak ada tindakan dari mereka. Tinjau ulang dong dan bila diperlukan jangan PHO-kan kegiatan itu. Kami berharap sebagai warga agar aparat hukum juga ikut campur untuk melihat kualitas ini. Semisal Pak Jokowi melihat ini, pasti marah juga" serunya.

Tim Pelita Batak menelusuri keberadaan proyek ini dan melakukan konfirmasi kepada Dinas PUPR Humbanghasundutan.  Hingga berita ini terbit,  seorang pria mengaku bermarga Siregar yang bekerja sebagai staf di Dinas PUPR via telepon menjelaskan kalau yang menjadi pengawas dalam proyek ini bermarga Rajagukguk dan pimpinan proyeknya bermarga Silalahi.

"Ya, kami dengar info itu, kemungkinan secepatnya akan dibongkar itu. Nantilah kusampaikan ke mereka biar jelas mereka memberikan pernyataanya ya," katanya.

Siregar menjelaskan akan disampaikan hal ini kepada kedua orang dimaksud. namun hingga kini belum ada klarifikasi detailnya.(*)

Komentar
Berita Terkini