PT. TOTALINDO EKA PERSADA Resmi Masuk Bursa

Administrator Administrator
PT. TOTALINDO EKA PERSADA Resmi Masuk Bursa
Ist
Totalindo

Jakarta(Pelita Batak): Salah satu perusahaan jasa konstruksi nasional, PT. Totalindo Eka Persada kini resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta. Hal ini ditandai dengan terbitnya surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran  dari Otoritas Jasa Keuangan nomor  S-283/D.04/2017 tanggal 9 Juni 2017. Surat ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana ke publik.

Dalam surat yang ditandangani Nurhaida,  Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal disebutkan, setelah melakukan penelaahan atas informasi dan kelengkapan yang disampaikan Totalindo,  OJK menyatakan tidak memerlukan informasi tambahan dan tidak mempunyai tanggapan, sehingga pernyataan pendaftaran tersebut menjadi efektif.

Ir. Donal Sihombing selaku Direktur Utama  sekaligus pemegang saham mayoritas perseroan saat  public expose dalam rangka go public beberapa waktu lalu mengisyaratkan akan melepas 30 persen saham perseroan. Untuk memuluskan langkahnya,  Donal Sihombing, Putra Lintong Ni Huta Kabupaten Humbang Hasundutan ini  pun telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas, yakni PT. Bahana Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia dan PT. Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Donal Sihombing pun optimis pasar akan menyambut positif penawaran perdana saham  perusahaan yang memiliki portofolio proyek sektor hunian, hotel dan komersial serta memiliki rekam jejak yang baik sejak 1996 dengan teknologi aluma yang dimilikinya. 

Lebih jauh pengusaha berdarah Batak  ini mengatakan  perolehan dana dari penawaran perdana saham ini nantinya akan dipergunakan perseroan antara lain untuk modal kerja, pengembangan bisnis dengan pembelian mesin, alat berat dan peralatan konstruksi.

Terkait performa keuangan  PT. Totalindo tercatat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.  Pada tahun 2016 perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp. 3.126 triliun, meningkat tajam jika dibanding tahun 2012 yang hanya sebesar Rp. 595 miliar. Pendapatan terbesar diperoleh dari sektor pembangunan hunian, hotel dan komersial.

Menjelang penutupan semester I tahun 2017, Totalindo tercatat telah memiliki order book sebesar Rp. 2,69 triliun. Proyek Totalindi dipastikan akan bertambah seiring dengan dimenangkannya proyek pembangunan 10 tower rumah susun milik Pemda DKI yang diumumkan awal Mei lalu.(R1)

Komentar
Berita Terkini