PLTMH Gunting Pege Mulai Dikerjakan

Administrator Administrator
PLTMH Gunting Pege Mulai Dikerjakan
Saut Ritonga
Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu saat berkunjung di Gutting Pege

Tapsel(Pelita Batak): Sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) warga Gutting Pege dan Huta Tonga, Desa Gorahut, Kecamatan Aek Bilah diperkirakan bakal menikmati saluran listrik sehubungan dengan pembangunan PLTMH Gunting Pege dengan memanfaatkan Aek Hayupan, mulai dikerjakan.

Sebelum tahun 2018 berakhir, sekitar 500 jiwa warga di dua dusun itu diharapkan tidak kegelapan lagi, karena pemerintah telah memenuhi keinginan dan harapan mereka tentang pembangunan PLTMH, melalui sinergitas Pemkab Tapsel dengan Pemprovsu.

"Sudah mulai dikerjakan, diperkirakan panjang jaringan hanya sekitar 2,5 km," kata Kadis Perindustrian Helmi kepada wartawan, Sabtu 2 September 2017.

Realisasi pembangunan PLTMH Gutting Pege sebut Helmi, tentunya tidaklah datang begitu saja. Akan tetapi butuh perjuangan dan pendekatan melalui komunikasi antara Pemkab Tapsel dengan pemerintah atasan, akan berbagai aspirasi, harapan dan keluhan ditengah masyarakat.

"Ini merupakan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan yang ke-18 dibangun di pelosok Tapsel pada saat kepemimpinan H Syahrul M Pasaribu. Patut kita syukuri, tahun demi tahun pasokan energi listrik dipelosok semakin teratasi," ujarnya.

Disampaikan, dengan memanfaatkan aliran sungai kecil Aek Hayupan yang berada diantara kedua dusun itu, diperkirakan menghasilkan daya 25 kilo watt. Daya tersebut di diperkirakan akan mempu menerangi sekitar 150 rumah di kedua dusun.

Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu saat berkunjung di Gutting Pege mengatakan, pembangunan PLTMH tersebut harus disyukuri sebagai bagian dari makna Hari Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017. 

Namun, terpenting, warga harus tetap menjaga kekompakan, kebersamaan didalam kehidupannya sehari hari.

Kepada masyarakat, bupati meminta,  agar menjaga kelestarian hutan dan tidak merusak hutan demi keberlangsungan PLTMH yang akan dibangun.

"Keberlangsungan energi yang dihasilkan PLTMH ini tergantung masyarakat sendiri, tergantung kondisi hutan terutama di sekitar cakupan pembangkit atau casmen area. Maka saya tekankan, jangan tebangi kayu itu, jaga dan peliharalah, demi anak cucu ke depan. Jadilah pelaku sejarah bagi generasi mendatang dengan mewariskan PLTMH ini demi kehidupan yang lebih baik. Kepada Kepala Desa, Perangkat Desa dan BPD serta tokoh masyarakat," katanya.

Syahrul juga meminta agar membuat aturan dan peraturan desa dengan sanksi yang berat terhadap perusak hutan. Sehingga, keberadaan PLTMH dan energi listrik yang dihasilkannya lestari selamanya, dan kelestarian lingkungan terjaga dengan baik.

"Ini untuk kita, untuk warga Gutting Pege dan Huta Tonga, bukan untuk warga dari luar, maka jagalah," tegasnya.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini