"Dulunya orangtua saya sudah berkecukupan, tetapi saya tidak memakai itu di dalam pelayanan, kalau melihat itu saja, bisa saja saya malu mengikuti pendeta tetapi bukan itu yang saya lihat. Dulunya bapak Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing diminta pak Ustadz untuk mengajarkan tentang Agama Kristen tanpa ada upah pelayanannya. Sempat saya tidak setuju kok bisa gratis begitu saja, tetapi bapak mengatakan itu adalah pelayanan dan bersyukurlah karena diberi kesempatan untuk mengajarkan Pendidikan Agama Kristen. Dulunya kami besertakan isak tangis dalam pelayanan, tetapi kami tekadkan untuk mampu menerima keadaan," demikian penjelasan Ompu Boru.
Ompu Boru juga mengajak agar keluarga Pendeta HKBP jangan melihat harta orang lain agar tidak jatuh ke dalam dosa, tetapi lakukanlah pelayanan sesuai dengan kemampuan dan dengan tulus agar itu diberkati Tuhan.
"Belakangan ini sering sekali sintua maupun jemaat yang mencoba mempengaruhi penempatan para pendeta maupun pelayan lainnya, sering sekali saya mendengar saran-saran itu disampaikan tetapi saya bersyukur karena itu tidak menjadi tolak ukur. Sering sekali Pendeta memiliki alasan karena isteri bekerja sehingga ada alasan terus menerus untuk meminta penempatan sesuai dengan kehendaknya. Jadi hendaknya setiap pelayan tidak sampai terhambat proses pelayanannya dikarenakantugas seorang isteri maupun suami sehingga menghalangi pelayanan maupun dalam penempatan," ujarnya.(*)