Ompu Boru Membina Keluarga Pendeta HKBP Distrik XVII IBT

Administrator Administrator
Ompu Boru Membina Keluarga Pendeta HKBP Distrik XVII IBT
Pdt. Alter Pernando Siahaan, S.Th
Sesi foto bersama dengan peserta pembinaan
Laporan: Pdt. Alter Pernando Siahaan Sekretaris Khusus Ephorus HKBP


Seiring berjalannya Rapat Pendeta HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur, juga terlaksana Pembinaan kepada Keluarga Pendeta HKBP Distrik XVII IBT, Selasa 5 Juli 2017. Ada sekitar 16 orang keluarga pelayan yang hadir dalam pembinaan ini. Pembinaan ini sendiri bukan semata-mata hanya mendengar ceramah atau bimbingan saja melainkan juga disertai dengan saling memberikan informasi tentang pelayanan, diskusi tentang pergumulan di dalam pelayanan, demikian juga dengan saling menguatkan keluarga pelayan dalam mendukung pelayanan HKBP. 


Ompu Boru Ny Pdt Darwin Lumbantobing Boru Siahaan memberikan penjelasan tentang bagaimana peran keluarga dalam mensukseskan pelayanan pendeta di gereja HKBP, demikian pengalaman pelayanan baik secara pribadi maupun yang lebih tua bisa menjadi sangat berharga untuk bisa dihayati. Semakin menarik dikarenakan penjelasan Ompu Boru selalu disertai dengan ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar iman. 


Ompu Boru mengatakan setelah menjadi isteri pendeta, saya tunduk kepada suami, tidak pernah membantah kemana dibawa di dalam pelayanan, dan siap mendampingi suami dalam pelayanan.Bila melihat tokoh Abraham, dia pun disuru pergi meninggalkan kampung halamannya, dia mau pergi tanpa sebetulnya ada jaminan makanan dan lainnya tetapi dia percaya akan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. 


"Dulunya orangtua saya sudah berkecukupan, tetapi saya tidak memakai itu di dalam pelayanan, kalau melihat itu saja, bisa saja saya malu mengikuti pendeta tetapi bukan itu yang saya lihat. Dulunya bapak Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing diminta pak Ustadz untuk mengajarkan tentang Agama Kristen tanpa ada upah pelayanannya. Sempat saya tidak setuju kok bisa gratis begitu saja, tetapi bapak mengatakan itu adalah pelayanan dan bersyukurlah karena diberi kesempatan untuk mengajarkan Pendidikan Agama Kristen. Dulunya kami besertakan isak tangis dalam pelayanan, tetapi kami tekadkan untuk mampu menerima keadaan," demikian penjelasan Ompu Boru. 


Ompu Boru juga mengajak agar keluarga Pendeta HKBP jangan melihat harta orang lain agar tidak jatuh ke dalam dosa, tetapi lakukanlah pelayanan sesuai dengan kemampuan dan dengan tulus agar itu diberkati Tuhan. 


"Belakangan ini sering sekali sintua maupun jemaat yang mencoba mempengaruhi penempatan para pendeta maupun pelayan lainnya, sering sekali saya mendengar saran-saran itu disampaikan tetapi saya bersyukur karena itu tidak menjadi tolak ukur. Sering sekali Pendeta memiliki alasan karena isteri bekerja sehingga ada alasan terus menerus untuk meminta penempatan sesuai dengan kehendaknya. Jadi hendaknya setiap pelayan tidak sampai terhambat proses pelayanannya dikarenakantugas seorang isteri maupun suami sehingga menghalangi pelayanan maupun dalam penempatan," ujarnya.(*) 

Komentar
Berita Terkini