Maruarar Sirait: Jokowi Terbukti Kuat Hadapi Tekanan Politik

Administrator Administrator
Maruarar Sirait: Jokowi Terbukti Kuat Hadapi Tekanan Politik
ist|pelitabatak
Ir Joko Widodo bersama Maruarar Sirait
Jakarta (Pelita Batak) :
Era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami tekanan politik yang sangat tinggi, khususnya dalam proses dan tahapan Pilkada DKI Jakarta. Namun tekanan tersebut mampu dilalui oleh Jokowi dengan baik. Dan Jokowi terbukti kuat menghadapi tekatanan-tekanan tersebut.

Demikian disampiakan politikus muda PDI Perjuangan, Maruarar Sirait saat menjadi pembicara dalam Rilis Survei Nasional SMRC yang bertajuk "Politik Nasional Pasca Pilkada DKI Jakarta" di Kantor SMRC Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (08/06/2017) Sore.

Selaian Maruarar acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan, Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai dan Waketum Partai Gerindra, Ferry Jualiantono.

Ara mengatakan bahwa kuatnya presiden menghadapi tekanan politik tersebut dapat dilihat dari hasil sejumlah lembaga survei yang menyatakan bahwa publik merasa puas dengan kinerja yang dilakukan oleh Jokowi.

Kepuasan tersebut bisa dilihat dari penegakan hukum. Berdasarkan data survei, publik menilai bahwa Jokowi telah menjalankan penegakan hukum dengan baik dan adil. Hal itu Jokowi buktikan dengan tidak melakukan intervensi kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama. Sehingga Jokowi mampu menepis anggapan yang beredar kemasyarakat yang menilai dirinya akan mengintervensi untuk kemenangan Ahok dan intervensi pada kasus hukum yang menjerat Ahok. Inilah yang membuat rakyat semakin percaya kepada presiden Jokowi.

"Ini bisa dibuktikan bahwa Jokowi tidak melakukan intervensi kemenangan atau kasus hukum Ahok. Kalau Jokowi intervensi  pasti rakyat tidak percaya. Disini Jokowi bisa mengambil posisi sebagai negarwan dalam ujian yang tidak mudah dilihat publik secara luas," jelasnya.

Tekanan politik beberapa bulan itu ternyata juga tidak berpengaruh dengan kinerja pemerintah menstabilkan ekonomi nasional. Bahkan masyarakat merasa puas dan optimis bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan ke depan akan berjalan baik.

"Publik puas atas kinerja pak Jokowi pada bidang ekonomi. Dan Publik juga optimis untuk saat ini dan yang akan datang ekonomi nasional akan berjalan baik. Ini bisa dijelaskan melalui data survei. Pubik menilai pemerintah mampu menjalankan ekonomi lebih baik dan berkeadilan," paparnya.

Perlu diketahui berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh SMRC menunjukkan dalam pertanyaan terbuka bila pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan 34,1 persen pemilih secara sponta mendukung Jokowi dan 17,2 persen mendukung Prabowo.

Saat dilakukan simulasi head to head elektabiltas Jokowi sebesar 53,7 persen jauh meninggalkan Prabowo Subianto yang hanya mendapat 37,2 persen.

Sementara itu, penilaian atas kondisi ekonomi, politik, dan keamanan relatif stabil. 44,4 % merasa ekonomi rumah tangga lebih baik dibanding tahun lalu, bahkan 62,3% optimis keadaan ekonomi keluarga akan lebih baik tahun depan.  Sejalan dengan itu, penilaian atas kondisi ekonomi nasional juga cenderung positif, yakni sebesar 57,1%. 

Survei nasional ini dilakukan pada 14-20 Mei 2017 dengan melibatkan 1350 responden yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dari total populasi nasional yang sudah memiliki hak pilih pada pemilihan umum, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketiva survei dilaksanakan. Margin eror survei ini rata-rata +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Tap|rel)

Komentar
Berita Terkini