Quick Investigator Komnas Anak :

Lepas Dari Pembunuhan, Kondisi ID Kini Membaik

Administrator Administrator
Lepas Dari Pembunuhan, Kondisi ID Kini Membaik
IST|PELITABATAK
Jakarta (Pelita Batak) :
Kesehatan ID (11) salah seorang dari dua korban pembunuhan sadis oleh AW (15) di Tasikmalaya sudah membaik setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya.

"Syukur Alhamdulillah kondisi ID sudah membaik termasuk luka menganga dileher akibat sabetan golok sudah mengering dan sudah bisa diajak berkomunikasi dan bercanda. Pada kesempatan itu juga ID sempat titip pesan minta dibelikan ayam goreng kesenangannya," demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak seusai bertemu korban selamat di RSUD Tasikmalaya bersama Dewan Komisioner Komnas Anak DR. Imaculata Umiyati, MPsi, Jolanda E Kalonta, SE dan  Quick Investigator Komnas Anak Jawa Barat saat berkunjung ke RSUD Tasikmalaya, Kamis (6/7/2017).

Diharapkan dalam waktu tujuh hari ke depan korban sudah sembuh secara fisik dan sudah dapat melakukan aktivitas sebagai anak termasuk melanjutkan sekolahnya.  Disebutkan dr. Warsito Hidayat  Direktur RSUD Tasikmalaya biaya perawatan dan pemulihan korban selama di Rumah Sakit  seluruhnya ditanggung Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Arist mengunjungi korban di ruang perawatan VIP RSUD Tasikmalaya.

"Yang terpenting setelah perawatan adalah pemulihan trauma korban atas tragedi sadis itu  melalui pemberian bantuan psikososial therapy bagi korban. Komnas Perlindungan Anak bekerjasama dengan P2ATP2A Tasikmalaya dan Quick Investigator Komnas Anak Jawa Barat segera akan mengagendakan memberikan semacam trauma healing bagi korban dan keluarganya,"  tambah Dr. Imaculata Umiyati salah seorang Komisioner Komnas Perlindungan Anak.

Sementara AW (15) pelaku pembunuhan sadis terhadap dua anak dengan cara menggorok leher korban saat ditemui  di Polresta Tasikmalaya dalam keadaan labil. Keterangan AW yang diberikan kepada Quick Investigator Komnas Anak Jawa Barat dan Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak Jolanda E Kalonta dan Dr. Imaculata Umiyati guna mendalami motivasi pembunuhan masih berubah-ubah dan tidak konsisten.

Ketika AW diperlihatkan gambar korban pembunuhan,  AW mengakui perbuatannya namun pada gambar yang lain dengan pertanyaan menyusul berikutnya apakah AW melakukan kejahatan seksual sebelum membunuh secara sadis korban AW membantahnya. Dengan keterangan berubah-ubah inilah diperlukan pendalaman dan pendekatan intensif kepada AW guna memastikan latarbelakang dan motivasi pelaku melakukan perbuatan sadis ini terhadap dua anakj tetangganya itu demikian kesimpulan Quick Investigator Komnas Ana.

"Segera Komnas Perlindungan Anak mengagendakan untuk mendalami keterangan AW agar kasus ini mendapat penyelesaian yang berkeadilan bagi korban. Peristiwa pembunuhan sadis yang dilakukan anak ini harus menjadi pelajaran untuk orangtua dan keluarga Indonesia secara keseluruhan," sambung Jolanda E Kalonta Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak di Tasikmalaya seusai bertemu pelaku AW.

Dari peristiwa pembunuhan sadis ini, Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga pelaksana tugas dan fungsi keorganisasian Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat dibidang pembelaan,  pendampingan dan perlindungan anak di Indonesia mendorong pemerintah Kabupaten dan kota Tasikmalaya untuk segera mencanangkan gerakan partisipasi masyarakat untuk membangun gerakan perlindungan anak sekampung.

Dengan peristiwa ini sudah saatnya masing-masing kampung di Tasikmalaya saling menjaga dan melindungi anaknya. Keterlibatan masyarakat di tingkat desa, kampung, banjar dan kelurahan sangat diperlukan. (Komnas PA)


#QuickInvestigatorKomnasAnak

Komentar
Berita Terkini