Kisah Suka Duka Dharma dan Suwandana, Driver Gojek dan Grabbike di Medan

Administrator Administrator
Kisah Suka Duka Dharma dan Suwandana, Driver Gojek dan Grabbike di Medan
Nadia Atika
Suwandana, driver Grabbike di Medan

Medan(Pelita Batak): Perkembangan teknologi kini mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan, salah satunya adalah cara manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ketika semua dituntut harus serba cepat maka cara instan yang digunakan menjadi solusinya, tetapi tetap saja sekalipun itu sebuah solusi yang namanya hidup pasti memiliki pro dan kontra.

Maraknya transportasi online di Medan Sumatera Utara ini tak bisa dipungkiri hal ini dikarenakan dari tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi online sehingga membuat banyak orang berbondong-bondong menjadi driver transportasi online. Hal ini juga tak terlepas dari pengasilan driver transportasi yang cukup menggiurkan. 

Seperti pengakuan Dharma, warga Pulo Brayan yang beralih profesi dari pedagang asongan menjadi driver gojek, kepada Pelita Batak, Senin 28 Agustus 2017. Hal ini dia jelaskan karena semakin lama semakin menurunnya daya beli masyarakat sehingga pengasilannya dari berdagang tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarga. 

Ayah dari dua anak ini mengakui penghasilannya dari menarik ojek online selama satu tahun belakangan ini cukup membantu ia dan keluarganya. 

Begitu juga dengan Suwandana salah satu driver ojek grab yang merupakan mahasiswa teknik informatika di salah satu universitas yang ada di Medan, hal yang paling memotivasi nya untuk menjadi driver ojek online adalah sistem kerjanya yang terbilang freelance dan tidak terlalu terikat dengan peraturan perusahaan.

Hal ini tentu memudahkan ia untuk tetap menjalankan rutinitasnya sebagai mahasiswa. Dari hasil menjadi driver online di paruh waktu Suwanda mampu memperoleh rata-rata perharinya sekitar 150 ribu rupiah  atau penghasilan perbulanya  minimal Rp 4.500.000. Dengan segitu tentu sangat membantu Suwandana sebagai mahasiswa.

Namun dibalik itu Suwandana tetap merasakan suka dan duka menjadi driver grab. Sukanya dari hasil grab, dapat membiayai perkuliahannya sendiri ditambah lagi ada beberapa bonus yang dia terima dari perusahaan. Kalau dukanya, ia mengakui bahwa pernah atau belakangan sering menerima orderan lalu dibatalkan oleh calon penumpang terkadang tentu hal ini membuat jengkel. 

Belum lagi belakangan persaingan semakin berat karena semakin banyak driver ojek online sehingga hal ini juga berdampak pada penghasilan Suwandana, dengan begitu Suwandana berharap kedepaanya perusahaan transportasi Online membatasi jumlah driver ojek online yang akan direkrut agar jalanan tidak terlalu dibanjiri dengan driver ojek online.(Nadia Atika) 

Komentar
Berita Terkini